Putera Rohil Wakili Riau Lomba Pantun Tingkat Nasional

Harijal - Rabu, 23 Desember 2020 19:01 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/12/3eda42122020_untitled4.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Muhammad Sarbaini

ROHIL - Salah seorang putera daerah asal Rokan Hilir (Rohil) mewakili Riau di ajang lomba pantun tingkat nasional, Pantun Mutiara Budaya Indonesia Rumah Seni Asnur pada 26-27 Desember mendatang.

Adalah Muhammad Sarbaini yang akrab disapa Rahmat Pantun, putera daerah Rohil yang diundang ke Batam untuk mewakili Riau dalam lomba pantun tingkat nasional tersebut.

Ketua Komunitas Tepak Sirih dan Ketua Kelompok Informasi Masyarat (KIM) Kepenghuluan Batuhampar Kecamatan Tanah Putih Tanjung Melawan Kabupaten Rokan Hilir ini dikenal karena kepiawaiannya dalam menulis dan mengarang pantun.

Dalam ajang Pantun Mutiara Budaya Indonesia Rumah Seni Asnur, Rahmat Pantun lolos dalam seleksi awal bersama 600 peserta untuk kemudian dipilih bersama 362 peserta lainnya dari seluruh Indonesia.

“Syaratnya cuma mengirimkan enam bait pantun, isinya tentang budaya dan memperkenalkan daerah masing-masing,” ungkapnya, Senin (21/12/2020).

Ia mengungkapkan, inspirasi pantun yang dilombakan tersebut datang mengalir dari pemikirannya sendiri. 

Ia juga berharap agar pantun dapat terus dikembangkan dan dilestarikan, serta meminta dukungan Pemerintah. Sebagaimana diketahui, pantun sendiri telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda dunia oleh Unesco, Kamis (17/12/2020) lalu.

Berikut pantun karya Rahmat Pantun yang akan dilombakan tersebut:

(1) Diberi nama Seribu KubahRokan Hilir sejak dahuluNegeri berbudaya umpama buahsuburkan dengan merawat selalu

(2) Pulau Halang ramai negeriTempat orang membuat belacanKalau rakyat sudah berserialamat berkembang kebudayaan

(3) Negeri Bernama si Ujung Tanjung Lambang sampan dekat kota Mari bersama adat dijunjungKembang budaya negeri bertahta

(4) Sampan didayung ke pulau TilanPulau Tilan cuaca redupKearifan Lokal Tidak Terlupakankemilau budaya kesenian hidup

(5) Sekarung kerang di Rokan Hilirdibawa orang ke atas kapaldukung seniman seni mengalirSupaya bangsa selalu dikenal

(6) Kacang pukul enak dimakanberbungkus beli di Rokan Hilircemerlang seni karya senimanharus dihargai jasa berfikir

Dalam perkembangannya hingga kini Rumah Seni Asnur aktif memprakarsai dan menggelar lomba seni budaya tingkat Nasional. Seperti yang ditaja kali ini berupa lomba Pantun Mutiara Budaya Indonesia. (rls/fin)

Berita Terkait

Sastra

Dua Hari Pencarian, Bocah Tenggelam di Jembatan Empat Balai Sungai Kampar Ditemukan Malam Tadi

Sastra

Ratusan Pasien di Puskesmas Simpang Tiga Diperiksa Satu Dokter, Antrean Sampai 3 Jam

Sastra

Polemik PPDB MTsN 2 Inhil, Penasehat PPWI Inhil Zulkifli Minta Transparansi dan Evaluasi

Sastra

Aparat Lambat Tutup Warung Remang-Remang Cafe KE Lipat Kain, Warga Nyatakan Siap Turun Tangan

Sastra

Kapolsek Kandis Cup 2026 Resmi Ditutup, Ajang Pererat Silaturahmi dan Lahirkan Atlet Berbakat

Sastra

Modus Kunjungi Saudara, Pengiriman PMI Ilegal di Dumai Terbongkar