Gubri Lantunkan Puisi "Aku dan Covid-19" di Panggung Toktan

Harijal - Senin, 02 November 2020 12:57 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/11/e86aca112020_untitled4.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: ist
Gubri Syamsuar

PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar lantunkan puisi yang berjudul "Aku dan Covid-19" yang merupakan karangan Deni Kurnia di Panggung Datok Jantan (Toktan) pada acara peringatan bulan bahasa, sumpah pemuda dan menyongsong hari pahlawan tahun 2020, MInggu (01/11/2020).

Sebelum Gubri membacakan puisi yang bertemakan Covid-19, sebelumnya ada penmbacaan puisi dengan tema yang sama oleh Ketua Harian Lembaga Adat Melayu Riau Syahril Abubakar, dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning Muhammad Hang Kafrawi.

Acara baca puisi ini disiarkan secara langsung lewat streaming, yakni di TV Melayu, kanal YouTube Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, dan TV Panggung Toktan.

"Puisi yang saya bawa beratnya karena masalah Covid-19, dimana dalam menghalau Covid sudah cukup lama dan sudah delapan bulan belum juga bergerak-gerak dari sini," kata Syamsuar sebelum membacakan puisi.

Ia mengatakan bahwa melalui puisi tersebut sesuai amanah yang dberikan penulis puisi tersebut ada yang diubah dan Syamsuar mengapreaiasi kalimat yang ada dalam puisi tersebut.

"Ini lah puisi curhatan kami yang telah dikoreksi dan ada yang ditambahkan," terangnya.

Puisi yang dipersembahkan Gubri Syamsuar adalah sebagai berikut.

Jika engkau takut dengan Covid, aku jugaJika engkau menjauh dari Covid, aku pun jugaTapi jika engkau anggap remeh Covid-19Maka aku tidak

Sebagai manusia biasa, wajar bila aku takut dengan covidSebagai umat Allah, wajar bila aku percaya takdirTapi sebagai ulilamri yang dipercaya memimpin negeri, aku akan melawan covidAku akan lumpuhkan covid agar rakyatku selamat.

Sungguh menghancurkan pandemi covid tak semudah bicaraTak semudah beretorikaTak semudah memerintahTak semudah membalik mejaCovid akan pergi dan mati bukan dengan kata kata ataupun teoriDia akan lari bila kita mengertiDia akan pergi bila kita peduli

Covid itu seperti bayangan, Dia ada tapi tak nyataDia terasa tapi kasat mataDia bahkan bergerak cepat berpindah dari satu ke satu tempat

Ketika dia mencari mangsa Tak pedulikan umur atau bangsaTak pedulikan tua atau pun mudaTak peduli gubernur atau rakyat biasa

Sebagai pemimpin aku mencoba sekuat tenagaMengajak melawan covid dengan nyataAku tak suka basa basiAtau berbicara tanpa buktiMari kita lawan, mari kita bersihkan,Mari kita singkirkan, patuhi semua prosedur dan aturan

Jika engkau takut dengan Covid, aku jugaJika engkau menjauh dari Covid, aku pun jugaTapi jika engkau anggap enteng Covid-19Maka aku tidak

Sudah banyak korban di negeri iniMereka kehilangan setiap hariMulai dari ayah, ibu, adik, kakek dan sanak famili

Sebagai pemimpin aku ikut bersedih dan berduka cita Aku ingin ini tak terjadi lagiMari bersama kita bangkitkan kembali dan saling tolong menolongMari bersatu berbuat kebaikan untuk negeri

Mari kita terus menjaga Jangan lalai tetaplah waspadaKarna covid mengintai dimana manaDari kota sampai pun ke desaDari anak anak sampai orang tuaJangan biarkan dia merajalelaKita putuskan mata rantainya

Demi negeri iniRiau yang gemilangSemua akan aku lakukanSemua akan aku serahkanSemua akan aku abdikanTenaga, harta, ilmu dan pikiran Mari kita bersama bergerak Kayuh negeri, dayung serentakInsyaalah saya akan jaga amanahUntuk Riau yang lebih bermarwah

(MCR)

Berita Terkait

Sastra

Dua Hari Pencarian, Bocah Tenggelam di Jembatan Empat Balai Sungai Kampar Ditemukan Malam Tadi

Sastra

Ratusan Pasien di Puskesmas Simpang Tiga Diperiksa Satu Dokter, Antrean Sampai 3 Jam

Sastra

Polemik PPDB MTsN 2 Inhil, Penasehat PPWI Inhil Zulkifli Minta Transparansi dan Evaluasi

Sastra

Aparat Lambat Tutup Warung Remang-Remang Cafe KE Lipat Kain, Warga Nyatakan Siap Turun Tangan

Sastra

Kapolsek Kandis Cup 2026 Resmi Ditutup, Ajang Pererat Silaturahmi dan Lahirkan Atlet Berbakat

Sastra

Modus Kunjungi Saudara, Pengiriman PMI Ilegal di Dumai Terbongkar