Kenali Lebih Dekat Kehidupan Sederhana Putri Sri Sultan

Harijal - Sabtu, 09 November 2019 19:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/11/c5e9cb112019_untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(FOTO: LYNDA HASIBUAN/CNBC INDONESIA)
Foto: Gusti Kanjeng Ratu Hayu yakni anak ke-4 dari Sri Sultan Hamengkubuwono X.

YOGYAKARTA - Kehidupan seorang anak raja tak selamanya glamor dan bergelimang harta. Sebab ada juga beberapa kaum ningrat yang mengambil keputusan luar biasa yang tidak banyak dilakukan oleh kaum ningrat lainnya.

Begitu sederhananya mereka, berbeda dengan kehidupan yang dijalaninya di istana selama ini. Ini pula yang diakui Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu, putri ke-4 Sri Sultan Hamengkubuwono X.

Lahir di lingkungan keraton Yogyakarta, Gusti Hayu mengaku bahwa kehidupannya normal bahkan tidak mengalami penjagaan yang ketat. Bahkan dia pun bekerja di perusahaan lain.

"Kita berlima enggak ada yg suka dandan, sisiran saja untung. Kita melihatnya normal karena kita juga kerja, kalau aku ditanya gitu juga bingung dan enggak penjagaan ketat," kata Gusti Kanjeng Ratu Hayu kepada CNBC Indonesia saat acara Jenius x Blibli.com untuk Digital Savvy, Jumat (8/11/2019).

Dia melanjutkan bahwa referensi kehidupannya tidaklah sama seperti Kate Middleton yakni istri Pangeran William. Gusti Hayu beserta kakak dan adiknya masih mengendarai mobilnya sendiri.

Gusti Hayu pun merasa beruntung karena walaupun wanita, orang tua nya memberikan kesempatan untuk bersekolah di luar negeri.

Setelah kembali dari Amerika Serikat untuk menempuh S2, kini Gusti Hayu pun berstatus orang nomor satu di Tepas Tandha Yekti, unit teknologi dan dokumentasi kraton yang juga mengurus arus informasi untuk kraton.

"Saya beruntung memiliki orang tua yang tidak pernah menyebut suatu profesi diciptakan bukan untuk perempuan," katanya.

"Tak semua orang setuju dengan pikiran itu, tapi ketika Sultan telah bertitah, anda harus menerimanya. Itulah pentingnya laki-laki menyatakan bahwa sekarang bukanlah momen bagi perempuan terus berada di belakang," ucap Hayu.

Sekalipun sederhana atau memiliki kehidupan seperti masyarakat lain, Gusti Hayu juga harus tetap menjaga kesantunan. Ini dilakukannya sebagai bentuk menjalani hidup sebagai putri Sultan dan menghargai sesama.

"Anak sultan harus jaga image (jaim), kalau dengan begini ngomong biasa enggak masalah. Kalau masyarakat yang lebih tua di desa harus manis kalau enggak panjang urusannya," papar dia.

(cnbcindonesia.com)

Berita Terkait

Profil

Ternyata Wabup Kuansing Sempat Diperiksa KPK Saat OTT Bupati dan Sekda

Profil

Lapas Bagansiapiapi Terima Kunjungan Kakanwil Ditjenpas Riau

Profil

Mukhlisin Terima SK Plt Bupati Kuansing

Profil

Hadapi Perang Modern, Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara"

Profil

Bupati Siak Afni Zulkifli Masuk Daftar 22 Sosok Reset Indonesia

Profil

Pemkab Bengkalis Gelar Kick Off Bulan Vaksinasi Rabies 2026