Demokrat Ingatkan Wantimpres: Jangan Kerja Asal Jokowi Senang

Harijal - Sabtu, 14 Desember 2019 17:48 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/61b985122019_untitled4.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay).
Politikus Demokrat Irwan Fecho mengingatkan Wantimpres agar tidak bekerja asal Jokowi senang.

JAKARTA - Politikus Partai Demokrat Irwan Fecho mengingatkan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang baru dilantik agar tidak bekerja sekadar menyenangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Menurutnya, Wantimpres mempunyai tanggung jawab yang besar dalam memberikan nasihat kepada Jokowi dalam berbagai situasi.

"Tentunya Wantimpres punya tanggung jawab yang besar untuk berani memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden walaupun itu terasa pahit. Jangan asal bapak Presiden senang," kata Irwan dalam keterangan tertulis, Sabtu (14/12).

Lebih jauh, dia mengaku menunggu kerja nyata dari Wantimpres dalam memberikan pertimbangan terkait beragam isu kepada Jokowi.

Salah satu pertimbangan Wantimpres yang ia nantikan terkait laju ekonomi yang terjebak di angka 5 persen sejak periode pertama Jokowi. Padahal, pertumbuhan ekonomi Indonesia naik dan terjaga hingga angka 6 persen pada era Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu, Irwan juga menantikan nasihat Wantimpres terkait masalah pengangguran, kesehatan, demokrasi, hak asasi manusia (HAM), serta solusi menghadapi ancaman perpecahan bangsa karena politik identitas.

"Menarik untuk diketahui itu adalah pascapelantikan nanti sejauh mana nasihat dan pertimbangan Wantimpres bisa diterima dan diamalkan Presiden, mengingat kondisi bangsa kita begitu banyak permasalahan yang harus diselesaikan," kata dia.

Namun begitu, ia berpendapat, tugas memberi nasihat dan pertimbangan kepada Jokowi jangan terlalu digantungkan kepada Watimpres saja.

Menurutnya, partisipasi publik yang tinggi untuk selalu memberikan kritik dan masukan kepada Jokowi adalah kunci keseimbangan serta keberhasilan bangsa Indonesia di hari mendatang.

Sebagai informasi, Jokowi melantik secara resmi sembilan anggota Wantimpres. Pelantikan Wantimpres dilakukan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/12) siang.

Pelantikan sembilan anggota Wantimpres periode 2019-2024 ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 137/P Tahun 2019 tentang Pengangkatan dalam Keanggotaan Dewan Pertimbangan Presiden.

Sembilan orang yang diangkat menjadi anggota Wantimpres antara lain, Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Politikus senior Partai Golkar Agung Laksono.

Kemudian Politikus senior PDIP Sidarto Danusubroto, Pemilik Grup Mayapada Dato Sri Tahir, Komisaris Utama PT Mustika Ratu Tbk, Putri Kuswisnu Wardani, Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya alias Habib Luthfi.

Selain itu Politikus senior PPP Mardiono, pendiri Medco Group Arifin Panigoro, serta mantan Gubernur Jawa Timur Sukarwo alias Pakde Karwo.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Politik

PT. MUTU Diduga Rusak dan Timbun Anak Sungai, Kepala Adat Minta Pemerintah Turun

Politik

Ini Paparan Cerdas Bupati Afni Soal Pencegahan Karhutla

Politik

Konten Creator BangEvan Promosikan Wisata Bono, Ipda Vicki Rizky Sampaikan Pesan Kamtibmas

Politik

Bupati Inhil Ajak Masyarakat Meneladani Keteladanan Para Ulama

Politik

Gantikan Irjen Herry Heryawan, Irjen Arman Achdiat Jabat Kapolda Riau

Politik

IKWI Riau Gandeng Rumah Sehat Segar Jakarta Gelar Bakti Sosial