FPI soal Rizieq Ragukan Keislaman Prabowo: Yusril Adu Domba

Harijal - Kamis, 04 April 2019 07:59 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/04/65b84e042019_untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Sekretaris Umum FPI Munarman.

JAKARTA - Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman menilai Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra sedang menggunakan cara adu domba dengan cara menghasut dan memfitnah tokoh FPI Rizieq Shihab.

Menurut Munarman, Yusril telah mengarahkan pembicaraan tentang kualitas keislaman Prabowo Subianto saat berkomunikasi dengan Rizieq melalui WhatsApp.

"Posisi Yusril saat ini adalah pendukung paslon 01, dan sayangnya Yusril menggunakan cara-cara adu domba dan hasut dalam mencapai tujuan tersebut," katanya melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Rabu (3/4).

Yusril sebelumnya membeberkan bukti percakapan dengan Rizieq Shihab soal keislaman Prabowo Subianto. Yusril melampirkan tangkapan layar perbincangan via WhatsApp antara dirinya dan Rizieq pada September 2018.

Percakapan WhatsApp yang tangkapan layarnya diberikan Yusril itu tercatat pada 5-6 September 2018.

Lihat juga: Yusril Beberkan Bukti Rizieq Ragukan Keislaman Prabowo

Dalam perbincangan tersebut, Rizieq dan Yusril membincangkan soal keislaman Prabowo serta kubu Islamfobia dalam lingkaran pria yang kini menjadi capres nomor urut 02 tersebut.

"Perhatikan dalam WA di atas Rizieq yang bilang ‘PS lemah tentang Islam dan lingkarannya pun masih banyak yang Islamphobia’," tegas Yusril.

Kata Yusril, sosok yang mengeluarkan pernyataan terkait agama dan Prabowo itu bukan dirinya, melainkan Rizieq.

Munarman mengatakan, dalam screenshoot percakapan yang disebut Yusril sebagai bukti, justru secara kronologis dan secara substansi terlihat, Yusril berusaha menggalang Rizieq untuk pindah dukungan.

"Yusril yang pertama menyebut dan mengarahkan pembicaraan tentang kualitas keislaman prabowo sandi. Dengan demikian terbukti sendiri bahwa Yusril yang pertama-tama melakukan ghibah terhadap Prabowo Sandi," katanya.

Lebih lanjut, Munarman menyebut Yusril telah berbohong karena menurutnya Yusril selama ini berkomunikasi dengan Rizieq melalui pihak ketiga.

"Dalam sebuah video wawancara Yusril menyatakan bahwa dia bisa telpon-telponan setiap saat dengan Rizieq. Fakta bahwa telpon tersebut adalah melalui pihak ketiga dan bukan dalam konteks pencapresan," katanya. 

"Dalam hal ini Yusril berbohong dan seolah dia bisa setiap saat telpon telponan dengan Habib."

Kata Munarman, hal itu, terbukti dari screenshoot yang dia sebar ke media. 

"Bahwa percakapan terkait capres dan cawapres tersebut melalui WA, bukan melalui telepon," katanya.

Munarman juga mengungkapkan alasan Yusril pindah haluan menjadi pendukung Jokowi-Ma’ruf. Kata Munarman, Yusril tidak berhasil meminta jaminan kepada kubu pasangan Prabowo-Sandi untuk memenangkan partainya dan lolos parliamentary threshold. 

"Jadi jelas motifnya dalam berpindah dukungan karena dijanjikan untuk melewati  tersebut," katanya.

Celakanya, kata Munarman, Yusril percaya dengan janji itu. "Mana ada hasil pemilu bisa diatur sebelum hari pencoblosan, dari sini saja jelas sudah pokok persoalan dan asal mula serta motif Yusril mengumbar cerita tentang kualitas keislaman paslon 02," ujarnya.

Itulah, kata Munarman, yang membuat Yusril melakukan aksi politik adu domba dan merusak barisan pendukung 02 dengan isu agama.

"Jadi jelas sudah, bahwa fitnah dan ghibah yang dilakukan Yusril terbukti melalui bukti yang dia sendiri ajukan," imbuhnya.

Munarman mengingatkan agar Yusril tidak menggunakan segala cara untuk meraih kekuasaan.

"FPI hanya bisa berikan nasihat kepada Yusril, untuk berhenti menggunakan politik machiaveli, sayang dengan label ketum partai Islam yang diusungnya," katanya.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Politik

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Politik

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Politik

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Politik

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Politik

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Politik

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎