PA 212: Dulu Yusril Merengek Minta Tolong Rizieq Shihab

Harijal - Jumat, 01 Februari 2019 21:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/02/9ce2de022019_0000untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
PA 212 menyebut Yusril Ihza Mahendra pernah mengutus M.S. Kaban ke Mekkah dan meminta bantuan Rizieq Shihab agar PBB dibantu mendapatkan suara.
JAKARTA - Ketua Persaudaraan Alumni 212 yang juga Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI) Slamet Maarif menyindir balik Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra. Yusril sebelumnya menyatakan PBB adalah partai berdaulat, sehingga tidak ada orang yang bisa mendikte, termasuk Rizieq Shihab. 

 

Terkait pernyataan itu, Slamet menyebut dulu Yusril pernah merengek minta tolong kepada Rizieq. Namun sekarang Yusril merasa tidak membutuhkan pentolan FPI tersebut.

 

"Sebelum lolos ngrengek-rengek ke HRS/FPI minta dibantu, sekarang merasa enggak butuh," ucap Slamet saat dihubungi, Jumat (1/2). 

 

Terpisah, Ketua Divisi Hukum PA 212 Damai Hari Lubis juga menanggapi pernyataan Yusril. Dia mengatakan dulu Yusril pernah mengutus Sekjen PBB, M.S. Kaban untuk bertemu dengan Rizieq di Mekkah, Arab Saudi.

 

Diutusnya Kaban oleh Yusril dalam rangka meminta dukungan. Namun, dia menyayangkan ketika Yusril membelot ke kubu Jokowi-Ma'ruf Amin. Damai pun menyesalkan sikap Yusril yang menanggapi sinis maklumat Rizieq. 

 

"Maka atas emosinya yang lepas kontrol, semakin nampak di mata publik super egonya yang tidak logis dan amat tidak berkualitas," ucap Damai. 

 

Damai lantas membocorkan tentang apa yang dilakukan Yusril selama ini. Terutama ketika masuk bersama partai-partai koalisi pengusung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. 

 

Damai mengatakan Yusril, melalui Kaban, pernah meminta bantuan kepada Rizieq agar mendorong parpol pengusung Prabowo-Sandi untuk memberi bantuan suara kepada PBB. Bahkan, kata Damai, Yusril sendiri juga pernah meminta bantuan secara tertulis kepada parpol pengusung Prabowo-Sandi agar diberikan banyak suara.

 

Menurut Damai, sikap tersebut merupakan bukti bahwa Yusril memang gagal mengelola partainya sendiri. 

 

"Usul dengan cara mengemis minta bantuan suara terhadap partai lain yang sama-sama berkompetisi adalah suatu keanehan dalam praktik politik maupun teori politis, sama dengan pesimisme, bentuk kegagalan atau identik pengemis suara," kata Damai. 

 

"Sama juga YIM menunjukkan dirinya lemah atau tidak percaya diri selaku pemimpin partai,' lanjutnya. 

 

(sumber: cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Politik

Peringatan HUT Ke-81 TNI, Tekankan Profesionalisme dan Kesiapan Prajurit

Politik

PSPS Curi Tiga Poin dari Semen Padang FC

Politik

Ditreskrimsus Polda Riau Selidiki Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk Diduga Bermasalah Temuan Personil Deninteldam XIX/Tuanku Tambusai

Politik

Resmi Jadi Kapolda Riau, Irjen Arman Achdiat Bawa Misi Polisi Berempati dan Peduli

Politik

Dilantik Jadi Kabaharkam Polri, Komjen Herry Heryawan Bicara Amanah dan Pengabdian

Politik

Kemkomdigi Minta Operator Seluler Optimalkan Perlindungan Sisa Kuota