Isu Pilpres Dominan, Caleg Sulit Berkampanye

Harijal - Kamis, 31 Januari 2019 22:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/01/3f4641012019_00000auntitled13.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Hesti Rika)
Surat suara Pemilu 2019.

JAKARTA - Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Lucius Karus menilai caleg-caleg baru sulit mensosialisasikan diri di Pemilu 2019.

Alasannya, karena pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dihelat bersamaan dan ruang publik lebih riuh diisi isu tentang pilpres. 

"Caleg dirugikan terutama yang baru karena di saat bersamaan di tingkat nasional isu yang menghiasi ruang publik didominasi kampanye capres-cawapres," kata Lucius dalam diskusi di kantor Formappi, Jakarta, Kamis (31/1).

Lucius menilai tidak mudah bagi caleg khususnya yang baru ikut dalam pemilu untuk mengkampanyekan dirinya. Isu pilpres terlalu menghegemoni di ruang publik. 

Media massa khususnya televisi juga lebih banyak memiliki program bertemakan pilpres. Pembicaraan di media sosial, lanjut Lucius, pun didominasi oleh pilpres. 

Lucius mengatakan caleg benar-benar harus mencari celah agar optimal dalam mensosialisasikan diri. Walau bagaimanapun, katanya, caleg adalah peserta pemilu, sehingga harus sosialisasi jika ingin terpilih.

Lucius menilai langkah door to door ke rumah warga merupakan misi yang bagus bagi caleg untuk mensosialisasikan diri di tengah isu pilpres yang mendominasi. 

"Kerja kampanye dari rumah ke rumah. Itu efektif. Kita tahu sendiri kampanye lima bulan, mestinya pemilih sudah punya pilihan soal pilrpes dan capres. Waktu tersisa harusnya jadi strategis untuk caleg," kata Lucius. 

Dalam forum yang sama, caleg PDIP Brigita Manohara mengamini bahwa isu pilpres memang mendominasi ruang publik.

Namun, caleg daerah pemilihan (dapil) Lampung I itu tidak terlalu cemas. Dia mengatakan arahan dari partai yang paling utama adalah memenangkan Joko Widodo sebagai presiden.

"Tugas saya yang utama adalah Pak Jokowi menang. Kedua, PDIP menang ," ucap Brigita yang baru kali ini menjadi caleg. 

Meski begitu, bukan berarti dirinya pesimis. Dia mengatakan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat di daerah pemilihannya.

"Tapi dengan cara yang tepat," ucap Brigita. 

Caleg partai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi mengatakan hal serupa. Namun, hal itu tidak menyurutkan tekadnya menjadi caleg di Pemilu 2019.

"Kita tetap harus membangun pemahaman bahwa pembangunan politik bukan hanya oleh presiden, tetapi juga oleh DPR atau legislatif," kata Dedek.

(sumber: cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Politik

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Politik

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Politik

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Politik

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Politik

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Politik

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎