PEKANBARU , kabarmelayu.com - Pimpinan DPRD Riau layangkan surat permintaan tes urine di lingkungan DPRD Riau ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Riau. Namun, surat yang dilayangkan tanggal 26 September lalu ini, belum mendapat jawaban dari BNN Riau. "Surat permintaan tes urin memang sudah kita kirimkan ke BNN. Sampai hari ini, belum ada jawaban dari mereka," kata Noviwaldy Jusman, Wakil Ketua DPRD Riau kepada media, Rabu (05/10/16).
Pihaknya belum mengetahui apa alasan BNN sehingga belum mengirimkan jawaban dari suratnya tersebut. Jika BNN tidak memiliki anggaran, maka anggaran DPRD Riau siap untuk itu.
"Kalau BNN tidak ada anggaran, jika diperkenankan, gunakan saja anggaran dewan. Kalau nantinya mengunakan anggaran dewan, kita minta dilakukan juga tes rambut, tapi tentunya anggaran dewan itu bisa digunakan setelah disahkannya APBD Perubahan 2016," ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, jika tes urine dan tes rambut dilakukan, maka mesti melibatkan semua mitra kerja yang bekerja di gedung dewan. Seperti wartawan yang senantiasa meliput kegiatan anggota dewan.
"Siapapun yang bekerja atau mitra kerja di dewan, mesti dilakukan tes urine dan tes rambut. Kita ingin gedung dewan benar-benar bersih dari narkoba, bebas narkoba," tutup politisi Demokrat ini.
Sebagai data tambahan, dalam surat yang dilayangkan ke BNN Riau menjelaskan, tes urin dilakukan untuk 65 orang anggota dewan, 180 Aparatur Sipil Negara dan 213 tenaga harian lepas.
(riauterkini.com)