Alissa Wahid: Gusdurian Tidak Berpolitik

Harijal - Kamis, 27 September 2018 12:54 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/09/df4986092018_0000untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan)
Konsorsiun Kader Gus Dur deklarasikan dukung paslon nomori urut 1 Joko Widodo dan Ma’ruf Amin.

Anak pertama Presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid, Alissa Wahid, menyampaikan klarifikasi soal sikap politik keluarga Gus Dur yang diumumkan mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin oleh Yenny Wahid pada Rabu (27/9). 

Alissa mengatakan sikap politik yang disampaikan adiknya itu tidak bisa dikatakan sebagai sikap politik Gusdurian secara keseluruhan, namun hanya sebagai sikap Yenny Wahid dan kelompoknya. Gusdurian --pengikut Gus Dur-- tetap tidak berpolitik.

"Barisan kader Gus Dur sebagai gerakan politik memilih bersama Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf Amin. Kalau jaringan Gusdurian tetap tidak berpolitik praktis. Kami fokus pada memastikan kehidupan berbangsa memihak pada rakyat," ucap Alissa melalui Twitter, Kamis (27/9).

Alissa menjelaskan, dia dan Yenny Wahid sama-sama mengusung warisan Gus Dur. Bedanya, Alissa mengusung semangat demokrasi kerakyatan dan sosial, sementara Yenny mengusung gerakan politik. Wajar Yenny mengumumkan sikapnya mendukung Jokowi-Ma’ruf.

"Gerakan Gusdurian sudah menetapkan bahwa kami adalah gerakan kebangsaan. Tidak ada strategi politik kekuasaan. Program-program bela petani, kegiatan lintas iman, promosi toleransi, penguatan demokrasi, dilepaskan dari siapa yang berkuasa baik nasional maupun daerah," paparnya.

Dia berharap masyarakat bisa tidak melihat semua Gusdurian hanya yang ditunjukkan  oleh Yenny Wahid. "Gusdurian sebagai gerakan wajib menjaga jarak dengan politik praktis elektoral," tegasnya.

Dalam jumpa pers pada Rabu (26/9) kemarin, Yenny Wahid menggunakan kata ‘kami’ untuk mendeklarasikan dukungannya kepada Jokowi-Ma’ruf Amin. Yenny menyebut ibundanya, Sinta Wahid, tetap netral karena dia punya peran lebih besar daripada sekadar berpihak di Pilpres 2019.

"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, dengan ini kami menyatakan mendukung pasangan nomor 1, biidznillah (dengan izin Allah) Presiden Jokowi akan kembali memimpin Indonesia," ucap Yenny.

Hadir bersama Yenny dalam jumpa pers Rumah Pergerakan Politik Gus Dur itu 9 kelompok, yang disebut Yenny ‘mewakili segenap kader dan murid Gus Dur’. Mereka adalah:

1.     Barikade Gus Dur (Barisan Kader Gus Dur)2.     Gatara (Gerakan Kebangkitan Nusantara)3.     Forum Kiai Kampung Nusantara (FKKNU)4.     Garis Politik Al Mawardi (GP Al Mawardi)5.     Komunitas Santri Pojokan (KSP)6.     Jaringan Perempuan NKRI (JPN)7.     Millenial Political Movement8.     Forum Profesional Peduli Bangsa9.     Satuan Mahasiswa Nusantara

(kumparan.com)

Berita Terkait

Politik

Wujudkan Kebersamaan HUT RI e-81, UPT SMP Negeri 1 Bangkinang kota Gelar Aneka Lomba untuk Guru dan Siswa

Politik

RUU Kawasan Industri Didorong Wajibkan Pendampingan UMKM dan IKM

Politik

BPBDPK Riau akan Gelar Rakor Tingkat Provinsi

Politik

Wakapolda Riau: Operasi Kuantan Merah Putih Presisi Ungkap Aktivitas PETI hingga Pemilik dan Pemodal

Politik

Hari Pramuka ke-65, 24 Insan Pramuka Riau Terima Lencana Kehormatan

Politik

Dispusip Siak Usulkan 'Syair Raja Siak' Sebagai IKON 2026 ke Perpusnas RI