Terganjal di Tes Kesehatan, KPU Riau Mediasikan SUA VS KPU Pekanbaru

Harijal - Senin, 03 Oktober 2016 20:17 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/10/2a3af9102016_kpu.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Istimewa

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau akan melakukan mediasi terkait sengketa yang terjadi antara Pasangan Bakal Calon (Pasbalon) Wakil Wali Kota Pekanbaru, Said Usman Abdullah (SUA) dan KPU Kota Pekanbaru.

Mediasi nanti akan menghadirkan Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pekanbaru dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau, terkait polemik tes kesehatan jasmani dan rohani yang mencuat dan menyatakan SUA dinyatakan disabilitas sehingga tidak dapat menjalankan tugas sebagai Wali Kota ataupun Wakil Wali Kota Pekanbaru.

"Segera mungkin melakukan sidang mediasi dengan mengahdirkan Panwas dan Bawaslu setelah ini (hasil rapat)," kata Ketua KPU Provinsi Riau, Nurhamin, usai melakukan rapat tertutup bersama tim RSUD Arifin Achmad dan KPU Kota Pekanbaru, Senin, (3/10/16) siang.

Dia menyebutkan bahwa dari hasil rapat yang telah ditelaah oleh pihaknya berkaitan dengan materi (tes kesehatan) yang ada, KPU Provinsi Riau, dalam hal ini tidak dapat memutuskan. Sebab, KPU harus melakukan tahapan yang saat ini telah berjalan.

"Putusan dari mediasi ini kita (KPU) siap untuk memperbaikinya. Tanpa merugikan pihak manapun dan sesuai prosedural formil kita penuhi," ungkapnya.

Selain itu, dalam mediasi ini, divisi hukum dari KPU, akan dihadirkan termasuk pengacara dan Pasbalon dalam sidang sengketa yang dilakukam oleh Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pekanbaru.

"Segera mungkin. Persoalannya ada persepsi yang dimunculkan terkait sengeta perselisihan antara penyelenggara dan peserta," terangnya.

Ditanya adanya keteledoran pihak KPU Kota Pekanbaru karena mengumumkan hasil tes kesehatan yang bersifat privacy dan menggelar konferensi pers secara terbuka sehingga mencuat ke masyarakat, Nurhamin, membantahnya. Dia menyebut bahwa KPU Kota Pekanbaru, dalam proses pekerjaan yang dilakukannya sudah dalam kapasitas yang baik dan benar.

"Saya kira kita tidak bisa menilai persoalan itu, tentu saja ada hal yang mendalam (dikaji). Sampai hari ini sudah cukup bagus, dan soal konferensi pers itu kita nilai dulu seperti apa yang salah, nanti akan kita lihat," jelasnya.

Mengenai adanya surat jawaban penegasan dari pengacara soal tes kesehatan SUA, KPU membenarkan bahwa surat tersebut telah diberikan kepada calon.

"Itu surat jawaban dari pengacara. Dan itu semua sudah dibedah. Karena ini masuk objek sengketa, proses mediasi nanti akan kita buat berita acaranya. Kita tidak bisa mengumumkan sekarang karena melanggar kode etik putusan yang kami buat," tukasnya. (rec)

 

Berita Terkait

Politik

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Politik

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Politik

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Politik

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Politik

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Politik

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎