PEKANBARU, kabarmelayu.com - Merasa tidak terima hasil tes kesehatan yang dipublikasikan ke media, bakal calon Wakil Walikota Pekanbaru, Said Usman Abdullah (SUA) menganggap kinerja Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pekanbaru sudah menunjukkan etika yang tidak baik terhadap Kota Pekanbaru, terlebih dalam mensukseskan Pilkada Pekanbaru.
Pasalnya dari KPU membeberkan hasil tes kesehatan salah satu pasangan calon, meminta paslon dirombak oleh partai bahkan mendiskualisifikasi balon akibat terganjal pada tes kesehatan dianggap KPU Pekanbaru sudah berpolitik membuat SUA geram dengan kinerja KPU terhadap tahapan yang sudah dilaksanakan.
"Kita sudah mendapatkan surat jawaban dari RSUD Arifin Achmad terkait hasil tes kesehatan saya. Dalam keterangan surat RSUD Arifin Achmad sudah jelas dan sudah terang benderang posisi kita dan mempertegas posisi kita," demikian disampaikan SUA ketika dikonfirmasi melalui selularnya, Senin (3/10/16). Artinya dalam surat jawaban sudah jelas yang dibutuhkan terhadap kita itu tidak ada masalah dan proses bisa tetap dilanjutkan bahwa kita tidak ada yang disangkakan dalam PKPU nomor 5 tahun 2017 pasal 77.
"Sekarang kalau dia memaksakan dengan kondisi itu, artinya telah terjadi permainan politik. Karena permasalahan sudah jelas, jika KPU terus memaksakan mundur juga," ungkapnya.
Jika tahapan ini terus berjalan dan dipimpin oleh Ketua KPU saat ini, Amiruddin Sijaya, SUA khawatir pemilu tidak berjalan dengan baik. "Kita sangat mengharapkan kepada kawan-kawan di KPU Riau dan KPU Pusat untuk mengevaluasi kinerja Ketua KPU Kota Pekanbaru karena dianggap tidak memahami aturan, bermain politik dia ikut memberi keputusan sebelum ada keputusan," tegasnya.
Ditambahkan SUA, jika Ketua KPU Pekanbaru dianggap terus bermanufer dan membuat statement- statement yang akhirnya menyulitkan KPU sendiri.
"Sudah jelas KPU Pekanbaru ada niat yang tidak baik terhadap Kota Pekanbaru," tuturnya. (rec)