PEKANBARU, kabarmelayu.com - Menindaklanjuti kesimpangsiuran data pemilih, Panwaslu Kota Pekanbaru menurunkan tim jelajah sticker coklit di setiap kecamatan selama tiga hari kedepan.
Hal ini dikatakan Komisioner Panwaslu Kota Pekanbaru Rizqi Abadi SIKom bersama Yasrif Yakub Tambusai SH,MH saat menggelar jumpa pers di kantor Panwaslu Kota Pekanbaru, Kamis (15/2/2018) sore.
Rizky mengatakan, jelajah sticker coklit ini dilakukan anggota Panwaslu di setiap Kecamatan, tim akan mendatangi rumah penduduk yang belum di stempel sticker, guna memastikan penyebabnya.
"Ketika ada rumah yang belum dicoklit, kita akan mendatangi dan menanyakan mengapa belum dicoklit. Kita tanyakan alasannya. Bisa jadi PPDP sudah datang namun pemilik rumah tidak di tempat," katanya.
Komisioner Panwaslu Kota Pekanbaru Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Yasrif Yakub Tambusai mengatakan kegiatan ini untuk mengoptimalkan pengawasan coklit yang dilakukan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).
"Setelah kita lakukan evaluasi, ternyata masih ada rumah yang belum dicoklit. Kita ingin mengkroscek itu. Tujuannya, memastikan seluruh masyarakat Pekanbaru terpenuhi hak pilih mereka," kata Yasrif.
Lanjutnya, kegiatan ini dimulai hari ini, Kamis (15/2) hingga Sabtu (17/2). Khusus hari ini, jelasnya, seluruh Panwaslu Kecamatan di Pekanbaru juga ikut turun di kelurahan yang ditunjuk oleh Panwaslu Kecamatan. Sedangkan, Panwaslu Kota Pekanbaru di hari pertama ini turun di Kelurahan Pulau Karomah Kecamatan Sukajadi.
"Hari ini, Panwaslu di setiap Kecamatan turun di 12 kelurahan. Jumat dan Sabtu, akan dilakukan jelajah di masing-masing kelurahan se Kota Pekanbaru didampingi oleh Panwascam masing-masing," jelasnya.
Yasrif menambahkan, kegiatan coklit oleh PPDP sudah dimulai sejak 20 Januari dan akan berakhir 18 Februari mendatang. Panwaslu Kota Pekanbaru ingin memastikan bahwa seluruh masyarakat Kota Pekanbaru sudah dicoklit oleh PPDP, pungkasnya. (har)