kabarmelayu.com,ROHIL - Masyarakat Rokan Hilir (Rohil) beberapa hari terakhir di gemparkan dengan pernyataan Asri Auzar yang mengaku kecewa dengan Bupati H Bistamam yang diangap mengingkari janji. Asri Auzar sendiri menjadi tokoh penting saat kampanye pasangan Bijak (Bistamam Jhony Charles Kompak) saat kampanye beberapa waktu lalu.
Asri Auzar menjadi tokoh paling lantang menyuarakan agar masyarakat memilih pasangan nomor urut 2 tersebut. Bahkan intensitas politikus senior ini hadir di lokasi kampanye lebih banyak di bandingkan Bistamam sebagai calon. Mengingat saat itu, Bupati Rokan Hilir tersebut harus menjalani pengobatan di luar negeri.
Dalam video yang beredar, Asri Auzar terlihat murka akibat ulah Bistamam yang dinilai tak pernah benar benar membangun Rokan Hilir.
" Saya pendukungnya bersama jhony Charles, dia berjanji sehidup semati waktu itu. Rupanya baru satu bulan dua bulan, Jhony Charles tercampak oleh Bistamam. Bistamam ingin berkuasa sendiri," sebutnya.
Ia tidak menyangka, janjinya kepada seluruh pendukung hanya isapan jempol belaka. Bistamam dinilai ingkar janji dan lupa akan cita cita awal yaitu untuk membangun Rokan Hilir agar lebih baik.
"Dua tahun Bistamam menjadi bupati, tak sekalipun saya menginjakkan kaki di Rokan Hilir untuk bertemu secara langsung. Saya sebagai orang yang sudah menolong Bistamam menjadi bupati, berbicara berdasarakan apa yang disampaikan oleh masyarakat kepada saya," tutur Asri Auzar.
Asri Auzar mengaku bersuara tanpa ada kepentingan, murni sebagai bentuk tanggung jawab kepada seluruh masyarakat Rokan Hilir karena saat kampanye sudah menyuarakan untuk memilih Bistamam.
Asri mengaku tidak pernah secara pribadi datang menemui Bistamam untuk kepentingan apapun. Dulu dia yakin Bistamam mampu mengemban amanah. Tapi nyatanya saat ini, kata Asri Auzar, semua dikendalikan oleh keluarga Bistamam.
Asri Auzar prihatin terhadap kondisi masyarakat Rokan Hilir yang makin terpuruk, bahkan dinilainya kurang diperhatikan oleh Bistamam sebagai kepala daerah.
"Tanpa kepentingan apapun, ini murni bentuk peduli saya sebagai pendukung untuk menyadarkan beliau agar kembali ingat dengan cita cita awal ketika ingin maju dulu," tegasnya.
"Makanya saya sampaikan dulu di waktu kampanye, kalau pak bistamam jadi bupati jangan ajak bini, anak, keponakan, cucu. Kalau itu bapak ajak, niscaya Rokan Hilir akan hancur, bapak akan berpisah dengan wakil bapak," tutup Asri Auzar mengakhiri.(Yan)