Hasil Tes Melalui SMS Dinilai Tak Tranparans, Calon Panwascam Lapor Ke Bawaslu

Harijal - Senin, 15 Agustus 2016 17:30 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/08/4ed1bd082016_00hasiltesmelaluismsdinilaitaktranparanspuluhancalonpanwascamlaporkebawaslu.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
eza
Puluhan Calon Panwascam Kota Pekanbaru saat lapor ke Bawaslu.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Sekitar dua puluhan calon anggota Panwascam kota Pekanbaru yang tidak lulus seleksi menjadi anggota Panwascam kota Pekanbaru, mendatangi Panwaslu Kota Pekanbaru untuk meminta transparansi Tim seleksi Panwaslu kota Pekanbaru terkait masuknya SMS bertuliskan;

"Assalamualaikum.. Selamat malam, Selamat anda telah lulus ujian tertulis anggota Panwascam Kota Pekanbaru. Selanjutnya anda akan diwajibkan mengikuti test wawancara di kantor Panwascam jalan Elang No. 6 Sukajadi. Mulai hari Senin 15 Agustus sampai Selasa 16 Agustus 2016, Tertanda: TIM SELEKSI."

Salah satu calon anggota Panwascam Kecamatan Tampan, yang mendapatkan sms tersebut, Hendri Yanto yang mewakili aksi protes menjelaskan keheranannya yang mendapatkan sms lulus namun tak lama kemudian dinyatakan salah teknis. Tentu kekecewaan yang dirasakannya ditumpahkanya dengan mendatangi Banwaslu Riau setelah tidak mendapat kepuasan ketika di Panwaslu Pekanbaru.

..Kita heran saja, kenapa kita yang tidak lulus mendapat SMS pada pukul 21.55 WIB. Bahkan yang menerima SMS ini bukan saya saja, tetapi rekan-rekan kita dari berbagai kecamatan juga mendapatkan SMS yang sama.

Berikutnya pada pukul 22.21 WIB, saya dan rekan-rekan juga menerima SMS kedua yakni dengan isi SMS;

..Maaf telah terjadi kesalahan sistem operator Panwas Pekanbaru. Dengan ini kami menganulir/ membatalkan SMS yang menyatakan kelulusan tes tertulis. Bertanda Tim Seleksi.Ini ada apa? "Kita menilai bahwa seleksi ini tidak transparan," ujar Hendri usai melaporkan ke Bawaslu Riau, Senin(15/8).

Selain itu tambah Hendri, mereka ingin meminta Bawaslu Riau untuk mengumumkan hasil tes kami yang tidak lulus, sebab kami curiga atas ketidak profesionalnya tim seleksi Panwascam.

"Kami ingin ketransparan tim seleksi Panwaslu Kota Pekanbaru. Kemudian hal ini, akan kami laporkan ke pihak polisian karena ini perbuatan yang tidak menyenangkan. Setelah itu, kami calon anggota Panwascam yang tidak lulus akan melaporkan hal ini ke Bawaslu RI karena dalam seleksi ini ada aturan kode etik yang dilanggar. Seperti, bahan tes dibuat oleh Bawaslu Riau. Kemudian tentang pengumuman hasil tes yang tidak profesional, ada melalui via SMS dan pengumuman di sekretariat Panwaslu Kota Pekanbaru," ujar Hendri.

Hendri mengaku selaku calon yang diseleksi merasa tidak puas dengan ketidak profesional tim seleksi. "Ini baru penyeleksian anggota Panwascam, bagaimana pula Panwaslu kota Pekanbaru bekerja mengawasi pemilukada kota Pekanbaru nantinya. Kita lihat saja nanti apakah mereka profesional atau tidak selalu pengawas," tambah Hendri.

Sementara itu, ketua Pokja calon Panwascam kota Pekanbaru, Agung Nugroho menjelaskan, Sebenarnya tidak ada masalah dengan hasil tes terhadap 364 calon anggota Panwascam kota Pekanbaru. SMS yang terkirim sebanyak 364 peserta seleksi, itu akibat kesalah operator Telkomsel yang bekerjasama dengan Panwaslu Kota Pekanbaru.

"Jadi jika ada pihak yang ingin melaporkan ke polisian dan ke Bawaslu RI, silahkan saja. Kita bekerja seusia dengan aturan yang ada. Baik terkait soal tes yang dibuat oleh Bawaslu Riau serta pembentukan Pojka seleksi anggota Panwascam," ujar Agung.(eza)

Berita Terkait

Politik

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Politik

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Politik

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Politik

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Politik

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru

Politik

Dua Petinju Pekanbaru Sabet Medali Emas Kejuaraan Danlanud Bangka Belitung ‎