Diserang Isu SARA dan Pronografi, SUA Minta Aparat Segera Bertindak

Harijal - Senin, 16 Januari 2017 14:55 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/01/3fe419012017_diserangisusara.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Diserang Isu SARA dan Pronografi, SUA Minta Aparat Segera Bertindak.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Terus mendapat kecaman, seakan tidak henti-hentinya pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru nomor urut 5, Dastrayani Bibra-Said Usman Abdullah diserang persoalan, setelah permasalahan Alat Peraga Kampanye (APK) dirusak kali ini pasangan BISA dituding oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab.

Kali ini, akun facebook yang mengatasnamakan Said Usman Abdullah muncul di media sosial dan memposting gambar serta video yang tidak layak alias vulgar. Tidak hanya itu, di lapangan, ada kelompok yang menghasut masyarakat dengan isu SARA.

"Isu SARA ini berkaitan dengan keyakinan agama dan rumah ibadah," ujar Said dalam konferensi pers di posko pemenangannya, Senin (16/1/17).

Dikatakab Said, pihaknya jelas saja terganggu dengan adanya kelompok tertentu yang tengah sibuk membuat rusuh di tengah kesibukan tim BISA menyerap keinginan masyarakat Kota Pekanbaru, untuk cita-cita mereka menang pada Pilkada Pekanbaru Februari 2017 nanti.

"Ini bukan masyarakat yang melakukan, melainkan kelompok tertentu yang merusak tatanan Pilkada yang damai. Kita sangat menyayangkan hal ini," jelas Said.

Said juga menyebutkan, bahwa pihaknya dalam hasil investigasi di lapangan, menemukan dugaan adanya keterlibatan timses pasangan calon lain yang bersaing dengan tidak sehat. Namun, Said mengaku belum terlalu mempersoalkan kondisi ini karena hanya akan mengganggu konsentrasi Tim BISA dalam rangka sosialisasi ke masyarakat.

"Kita minta kepada tim tetap tenang, tidak perlu kita tanggapi berlebihan. Mereka menginginkan kita terpancing dan ribut. Tak usah berlebihan, kalau jatah kita pasti akan kita dapatkan, kalau tidak jatah kita, maka bagaimanapun mengejarnya tidak akan kita dapatkan," sebut Said lagi.

Saat ini, tim advokasi BISA terus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, mulai dari dirusaknya alat peraga kampanye, penghinaan terhadap visi misi, penyebaran isu SARA, hingga tersebarnya akun sosial media atas nama Said Usman Abdullah berisi pornografi, untuk kemudian dilaporkan ke lembaga hukum, maupun Gakumdu.

"Kita minta kepada penegak hukum untuk juga ikut sama-sama memantau ini, Panwaslu juga demikian, karena kita sudah sama-sama lihat dengan mata kepala, bahwa disini sudah ada upaya yang membuat gaduh," pungkasnya.(rec)

 

Berita Terkait

Politik

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Politik

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Politik

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Politik

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Politik

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Politik

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru