Memperkuat Masyarakat Sipil untuk Menumbuhkan Kualitas Demokrasi

Harijal - Kamis, 07 Desember 2023 17:52 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/12/ab9279122023_untitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Arief Tito

JAKARTA - Paramadina Institute of Ethic and Civilization (PIEC) bekerjasama dengan Yayasan Persada Hati mengadakan Kajian Etika dan Peradaban Edisi Ke – 24, dengan mengangkat tema “Memperkuat Masyarakat Sipil untuk Menumbuhkan Kualitas Demokrasi”. Diskusi berlangsung Rabu (6/12/2023) secara luring, di Ruang Kasuari – Grand Ballroom, Ambhara Hotel dimoderatori oleh Dr. Sunaryo.

Pipip A. Rifai Hasan, Ph.D. (Ketua PIEC) menyampaikan bahwa penguatan masyarakat sipil, merupakan bagian dari upaya memelihara demokrasi, isu ini diangkat untuk menjaga sejarah intelektual. “Masyarakat sipil mempunyai peran besar dalam demokrasi, yakni untuk membatasi dan mengontrol kekuasaan. Persoalan yang terjadi saat ini adalah pelemahan suara-suara masyarakat sipil, dan dengan demikian mengancam demokrasi” kata Pipip.

Usman Hamid, M. Phil (Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia) memberikan pandangan bahwa oligarki pada mulanya memang mengkhawatirkan proses demokratisasi karena mendorong antara yang diuntungkan dan yang tertindas. “Maka dari itu, sistem ekonomi Indonesia merupakan kepanjangan dari sistem ekonomi global yang kapitalistik. Sistem kepartaian yang tidak ideologis sehingga beraliansi kolusif, yang berkuasa dan tidak berkuasa saling berkaitan sehingga dikenal dengan kartel politik,” ujarnya.

Banyak negara memberikan subsidi untuk partai politik sehingga banyak partai politik mencari pendanaan sendiri dan berakhir dengan terlibatnya para tokoh dalam korupsi. “Gejala-gejala kemunduran demokrasi itu, ada pada sisi kebebasan politik yang mengalami regresi, masalah ekonomi, dan masalah sosial” tambahnya.

“Dalam konteks demokrasi sosial, memperlihatkan demokrasi indonesia mengalami kecacatan. Problem kemunduran demokrasi itu disebabkan oleh undang-undang yang represif, konflik di papua, dan lain sebagainya,” papar Usman.

Tak hanya itu, Usman Hamid berpandangan bahwa sebenarnya yang mendorong adalah sentimen politik yang populis. Ada beberapa tanda kenapa demokrasi mengalami regresi yaitu praktek represif membatasi kritik, penurunan kualitas partai politik, proses monopolisasi dan politisasi dalam media, pelemahan kelembagaan penegak hukum, dan polarisasi.

Narasumber lainnya Fachry Ali, MA (Cendekiawan Muslim) melihat tingkat sensitivitas yang dimiliki oleh The Jakarta Post sangat baik. Dalam pandangannya semakin otoriter pemerintah di kawasan Singapura, Malaysia, dan Thailand semakin laku far eastern economic review karena berfokus pada ekonomi dibandingkan dengan politiknya. “Ketika demokrasi dilaksanakan, maka pada saat itu koran-koran yang bersifat kritis gagal. Kecuali jika memiliki modal yang sangat kuat,” kata Fachry Ali.

Lebih lanjut Fachry Ali menyatakan bahwa telah terjadi migrasi digital kedalam politik, yang sebelumnya kebijakan-kebijakan negaralah yang menciptakan konsolidasi modal secara besar-besaran. “Negara yang lemah, kemudian konsolidasi kekuatan modal yang sudah berlaku sejak lama maka mereka merupakan aktor-aktor yang independen. Pada saat ini, bukan lagi mengenai state vs society. Kemudian yang terjadi saat ini adalah state vs society vs oligarki,” pungkasnya.(rif)

Berita Terkait

Politik

Sekda Inhil Lepas Pawai Takruf MTQ Ke-54 Kecamatan GAS

Politik

Dekranasda Inhil Luncurkan Baju Pengantin Sri Gemilang, Angkat Keindahan Budaya Melayu

Politik

Pemantauan secara Rutin, Polsek Kandis Jaga Kesehatan Tanaman Jagung Bersama Petani

Politik

Polda Riau dan Avsec Bandara SSK II Kembali Gagalkan Penyelundupan Sabu 2,2 Kg

Politik

Hendry Munief Senam bersama DPC PKS Tuah Madani

Politik

Padukan Budaya dan Karakter Muda, Ratusan Anak Riau Warnai Peringatan HAN 2026