Usai Terjerat OTT KPK, Bupati Meranti Harus Mengubur Mimpi Jadi Gubernur Riau

Harijal - Jumat, 07 April 2023 19:10 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2023/04/8e7d2f042023_untitled3.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti Muhammad Adil bersama Menteri Dalam Negeri. (Liputan6.com/Istimewa)

PEKANBARU - Muhammad Adil ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan pada Kamis malam, 6 April 2023, di Kabupaten Kepulauan Meranti. Bupati Meranti itu diduga melakukan korupsi berupa suap jasa umrah dan pemotongan anggaran.

Suap dan gratifikasi pemotongan anggaran ini terkait uang pengganti dan ganti uang persediaan. Kedua uang ini biasanya digunakan sebagai biaya operasi di satuan kerja perangkat daerah.

Terlepas dari itu, penangkapan ini bakal mengubur karir politik cemerlang Bupati Meranti Muhammad Adil selama ini. Apalagi, jika nantinya setelah ditetapkan sebagai tersangka hingga dinyatakan terbukti bersalah di pengadilan.

Muhamad Adil lahir pada 18 April 1972. Dia merupakan keturunan Jawa yang lahir dan besar di Kepulauan Meranti serta punya basis kuat di Kampung Jawa, daerah tersebut.

Adil beberapa kali menjadi anggota DPRD, baik tingkat kabupaten seperti Kabupaten Bengkalis dan Meranti hingga Provinsi Riau. Adil pernah menjadi kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) yang mengantarkannya menjadi anggota DPRD Riau (2014-2018).

Untuk periode 2019-2024, Muhammad Adil kembali terpilih. Hanya saja tidak meneruskan karena dia mencalonkan diri sebagai Bupati Kepulauan Meranti. Dia memakai perahu Partai Kebangkitan Bangsa berpasangan dengan politisi PDI Perjuangan AKBP (Purn) Asmar.

Adil meraih suara terbanyak. Beberapa bulan usai dilantik, Adil meninggalkan PKB yang mengantarkannya menjadi bupati dan dikabarkan pindah ke PDI Perjuangan Riau.

Adil juga mendeklarasikan dirinya untuk maju sebagai bakal calon Gubernur Riau pada akhir Januari 2022. Diduga, deklarasi ini tak mendapatkan restu dari PKB sehingga menyebabkan dirinya pindah partai.

Prioritas PendidikanKeinginan menjadi gubernur Riau membuat Adil mulai sosialisasi di berbagai daerah. Salah satunya di Pekanbaru, di mana baliho Adil pernah bertebaran dengan mencantumkan beberapa program dibuatnya.

Saat deklarasi, Adil menyatakan pendidikan menjadi prioritas jika terpilih. Adapun visi misinya yaitu Menuju Riau Cerdas, Maju dan Bermartabat.

Untuk mewujudkan visi itu, Adil menyebut akan menggelontorkan anggaran Rp500 miliar untuk pendidikan. Dia optimistis karena APBD Riau selalu mencapai Rp10 triliun setiap tahun.

Dengan anggaran itu, Adil ingin menyekolahkan anak-anak di Riau hingga ke Eropa. Salah satu yang diinginkannya adalah anak Riau yang ahli dalam perminyakan.

Dengan adanya ahli minyak asli Riau dan kondisi Bumi Lancang Kuning yang kaya minyak, Adil berazam produksi minyak meningkat dan bisa digunakan untuk kesejahteraan masyarakat.

Perhatian ke dunia pendidikan ini, lanjut Adil, dibuktikan ketika menjabat sebagai Bupati Meranti dengan menganggarkan Rp36 miliar untuk pendidikan.

Namun sepertinya, karir politik Adil itu harus tercoreng dengan penangkapan oleh KPK. Terlebih lagi, cita-citanya ingin menjadi Gubernur Riau harus dikubur oleh OTT KPK.

(sumber: Liputan6.com)

Berita Terkait

Politik

Pemerintah Butuh 464.000 Guru, Pastikan Rekrutmen CPNS Digelar 2027

Politik

Gerak Cepat TNI Bantu Tangani Dampak Banjir Bandang di Kabupaten Solok Sumbar

Politik

Antisipasi Karhutla, Babinsa Koramil 0321-05/RM Bersama Warga Patroli Karhutla di Bangko Sempurna

Politik

Dari Pohon Mangrove Jadi Arang, Polda Riau Usut Pidana Perusakan Hutan di Rupat Utara

Politik

Water Bombing Satgas Udara Gempur Karhutla Dua Desa di Inhu

Politik

Malam Ini LAMR Gelar Majelis Zikir, Doakan Jerebu Berlalu