BANGKINANG, kabarmelayu.com - Kawan-kawan mahasiswa jangan mau dijadikan mahasiswa ‘live service’, demikian dikatakan demisioner Bupati Mahasiswa UIN Suska Riau, Joni Kurniawan saat acara diskusi publik bertema Kampar Darurat Korupsi di Zaky dan Diky cafe di Bangkinang Kota, Sabtu (19/11/16).
"Saya merasakan acara yang ditaja BEM STIE dan GPPI itu sengaja diciptakan untuk menyudutkan salah satu pasangan calon", ucap Joni usai acara.
Joni menghimbau kepada para Mahasiswa khususnya Kabupaten Kampar untuk tidak mudah terpancing dan terprovokasi masuk dan menjadi Mahasiswa live service (Yang dibiayai) apalagi pada masa Pilkada saat ini.
"Saya minta kawan-kawan untuk tidak mudah terpancing dan terprovokasi menjadi Mahasiswa live service," ujarnya.
Mari kita berpikir bagaimana mewujudkan kemajuan di Kabupaten Kampar ini dan menciptakan agar Kabupaten Kampar bebas dari tindak pidana korupsi, ajaknya
Selain itu, ia berharap agar kawan-kawan Mahasiswa dapat menjaga dan mengawal proses pemilihan kepala daerah, agar pesta demokrasi dapat tercipta sesuai yang diharapkan bersama yakni menciptakan Pilkada damai di Kabupaten Kampar, harapnya.
Hasil pantauan, diskusi yang mengambil tema kampar darurat korupsi dinilai kurang tepat, terbukti dari 5 pasangan calon Bupati Kampar yang taunting, hanya satu perwakilan kandidat yang hadir yakni Yurmailis Saruji dari pasangan calon (Paslon) Azis-Catur sementara perwakilan paslon lain absen.
Acara diskusi itu juga hanya ditaja oleh BEM STIE dan GPPI Kampar sebab BEM Stikes TT, STKIP TT dan Polkam mengundurkan diri sebelum acara dimulai. (rec)