Haedar Nashir: Pemerintah Harus Tanggung Jawab Risiko Pilkada

Harijal - Senin, 21 September 2020 19:09 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2020/09/053319092020_untitled17.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

JAKARTA - Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 menjadi otoritas pemerintah, DPR, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Namun ia menekankan pemerintah harus bertanggung jawab penuh terhadap segala risiko akibat pelaksanaan pilkada. Hal ini disampaikan Haedar melalui akun twitternya @HaedarNs yang diunggah Senin (21/9) sore.

"Selebihnya terserah pemerintah, DPR, KPU, dan pihak yang punya otoritas, yang penting pemerintah dan semua pihak tersebut benar-benar bertanggung jawab sepenuhnya atas segala konsekuensinya," ucap Haedar.

Ia menuturkan, Muhammadiyah, Nadhlatul Ulama (NU), dan kekuatan masyarakat lainnya hanya memberi masukan yang objektif di atas realitas nyata pandemi yang makin naik.

Haedar mengingatkan agar jangan sampai kondisi saat ini ketika new normal diberlakukan, ternyata kasus covid-19 tidak dapat dikendalikan.

"Pun tentang pilkada, awal pendaftaran saja sudah beberapa melanggar protokol kesehatan dan tidak ada tindakan," katanya.

Haedar mengatakan, Muhammadiyah selama ini sudah berusaha membantu menangani covid-19 dan peran kebangsaan yang maksimal semampunya. Selama ini, Muhammadiyah juga memberi masukan untuk menghadapi kasus covid-19 yang terus naik.

Menurut Haedar, berbagai upaya itu merupakan kewajiban dalam menjalankan fungsi sebagai ormas dengan memberi masukan dan berbuat bagi masyarakat luas.

Ia berharap Indonesia dapat mencontoh sejumlah negara yang tetap menyelenggarakan pilkada di masa pandemi seperti Singapura, Jerman, Perancis, dan Korea Selatan.

Haedar menuturkan, negara-negara itu memiliki peran pemerintah, penegakkan hukum, sistem kesehatan, dan disiplin masyarakat yang maju.

"Semoga Indonesia sebagus negara-negara maju tersebut dalam menangani dan mengendalikan covid-19," ujarnya.

Muhammadiyah sebelumnya telah meminta KPU dan pemerintah menunda Pilkada Serentak 2020 lantaran pandemi covid-19 belum usai.

Selain Muhammadiyah, PBNU juga meminta pemerintah menunda pelaksanaan pilkada.

(CNNIndonesia.com)

Berita Terkait

Politik

PT. MUTU Diduga Rusak dan Timbun Anak Sungai, Kepala Adat Minta Pemerintah Turun

Politik

Ini Paparan Cerdas Bupati Afni Soal Pencegahan Karhutla

Politik

Konten Creator BangEvan Promosikan Wisata Bono, Ipda Vicki Rizky Sampaikan Pesan Kamtibmas

Politik

Bupati Inhil Ajak Masyarakat Meneladani Keteladanan Para Ulama

Politik

Gantikan Irjen Herry Heryawan, Irjen Arman Achdiat Jabat Kapolda Riau

Politik

IKWI Riau Gandeng Rumah Sehat Segar Jakarta Gelar Bakti Sosial