Tergiling Mesin, Pekerja PT IKPP Tewas Dengan Kondisi Menggenaskan

Harijal - Rabu, 11 Desember 2019 13:12 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/df4518122019_untitled1.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ist.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Marlis (51), tewas dalam kondisi mengenaskan setelah tergiling mesin penghancur kayu milik PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Perawang. 

Jasad Marlis, ditemukan dalam kondisi hancur dan tidak berbentuk, yang tinggal hanya besi sepatu safety, helm dan pakaian yang digunakannya terlihat utuh.

"Saat ditemukan, itu kondisinya sudah hancur akibat tersedot mesin penghancur kulit kayu. Sebab, mesin saat itu terus bekerja," kata Humas Polres Siak Bripka Dedek Prayoga kepada riaueditor, Rabu (11/12).

Potongan tubuh korban yang sudah tidak utuh lagi ditemukan pada Selasa (10/12) dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB.

PT IKPP tempat Marlis bekerja adalah pabrik kertas yang berlokasi diwilayah Perawang Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Di pabrik tersebut terdapat mesin untuk menghancurkan kayu sebelum menjadi bubur kertas. 

Berawal pada Senin (9/12) sekitar pukul 23.00 WIB, korban bersama teman-temannya, Maridut, Jon Japri dan Syafrizal sif malam. Pekerjaan dan posisi korban di bagian mesin metal atau benda-benda asing/batu.

Sekitr pukul 02.00 WIB, Syafrizal tidak melihat korban. Dia langsung menghubungi kepala sif yaitu Jon Japri.

Waktu itu rekan kerjanya sempat mencari keberadaan korban yang sempat hilang beberapa jam.

"Korban saat itu tak nampak," ujar Dedek menirukan ucapan Syafrizal. Selanjutnya Jon meminta kepada Syafrizal agar matikan mesin dan melakukan pencarian di areal WP 2. Usai dilakukan pencarian sekitar 30 menit, korban tidak ditemukan juga. "Lalu Jon menghubungi Gatot, selaku pimpinan seksi dan memberitahukan bahwa korban tidak nampak (hilang) di tempat bekerja. Gatot kemudian menyuruh Jon dan Syafrizal agar mencari korban sampai dapat," jelas Dedek.

Setelah itu Jon juga menghubungi kepala divisi yaitu Isrul, dan melaporkan hal yang sama. Kemudian Isrul meminta kepada Jon untuk menghubungi security dan kepolisian. 

"Pada Selasa dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Syafrizal menemukan helm berwarna kuning di tempat pembuangan sampah mesin tempat korban bekerja," jelasnya. Tak hanya helm, para saksi juga menemukan besi sepatu safety, baju yang sudah tidah utuh lagi, dan dilihat ada percikan darah.

Di posisi sampah kulit kayu, mereka juga menemukan diduga kulit bagian perut, bagian tubuh yang sudah tidak utuh. "Selanjutnya pihak perusahaan melaporkan kejadian itu ke Polsek Tualang dan Polres Siak. Petugas yang mendapat laporan langsung ke lokasi untuk melakukan olah TKP, dan mengevakuasi jenazah korban," jelas Dedek Prayoga. (dri)

Berita Terkait

Peristiwa

Manfaatkan Limbah Menjadi Energi, Menteri LH Apresiasi Pemko Pekanbaru

Peristiwa

Begini Strategi Agung Nugroho Optimalkan APBD Pekanbaru

Peristiwa

Ajang Kebersamaan, PWI Riau Peringati HPN 2026 dengan Lomba dan Potong Tumpeng

Peristiwa

Bupati dan Wabup Terima Silaturahmi Pengurus PKS Kampar, Bangun Komunikasi Konstruktif

Peristiwa

Ada Anak Putus Sekolah? Laporkan

Peristiwa

Suparman Tantang Iwan Pansa Duel di Hadapan Lembaga Adat