48 Orang Keracunan Usai Menyantap Nasi Bancakan

Harijal - Minggu, 08 Desember 2019 14:44 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/12/d9cbc4122019_untitled20.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto Ilustrasi shutterstock

MEDAN – Sebanyak 48 orang diduga keracunan usai menyantap bancakan acara syukuran kelahiran seorang anak di Desa Lubuk Palas, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

Kejadian itu bermula pada Jumat 6 Desember 2019 sekira pukul 19.00 WIB. Warga Dusun 3, 4, 5 Desa Lubuk Palas menerima nasi bancakan yang diterima dari salah satu keluarga untuk syukuran atas kelahiran putranya.

Gejala keracunan diduga dari makanan Bancaan mulai dirasakan warga Pukul 23.00 WIB. Karena larut malam, banyak warga yang menahan efek keracunan sakit perut dan pusing.

Besoknya, warga yang masih merasa sakit berobat ke tenaga medis yang ada di sekitar Desa. Namun hingga Sabtu pukul 18.00 WIB warga masih merasa sakit.

Kemudian kejadian itu dilaporkan ke Kepala Desa Lubuk Palas dan lalu dilaporan ke Camat Silau Laut. Dari data yang tercatat, sebanyak 48 orang yang mengalami gejala keracunan.

Setelah itu, perangkat desa dan kecamatan mengevakuasi warga menuju puskesmas terdekat dan RSUD HAMS Kisaran.

Selanjutnya Tim BPBD bersama jajaran Pemkab Asahan menerima 21 korban keracunan yg didampingi keluarganya di IGD RSHAM Kisaran pada pukul 20.48 WIB. Dan korban keracunan lainnya dirawat di Puskesmas Binjai Serbangan dan Puskesmas Lubuk Palas.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Asahan, Khaidir Sinaga mengatakan jumlah korban diperkirakan mencapai 48 orang. Di antara para korban terdapat ibu hamil dan bayi di bawah lima tahun.

“Warga yang terdampak keracunan sebagian masih dalam observasi dan perawatan intensif di ketiga fasilitas kesehatan. Sebagian sudah ada yang pulang ke rumah masing-masing,” terang Khaidir Sinaga, Minggu (8/12/2019).

Tim dari BPBD dan jajaran Pemkab Asahan sempat mengalami kendala evakuasi warga yang diduga jadi korban keracunan. Kendala itu yakni jarak lokasi kejadian yang cukup jauh, keawaman masyarakat akan gejala keracunan dan kekhawatiran masyarakat untuk berobat.

(okezone.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Manfaatkan Limbah Menjadi Energi, Menteri LH Apresiasi Pemko Pekanbaru

Peristiwa

Begini Strategi Agung Nugroho Optimalkan APBD Pekanbaru

Peristiwa

Ajang Kebersamaan, PWI Riau Peringati HPN 2026 dengan Lomba dan Potong Tumpeng

Peristiwa

Bupati dan Wabup Terima Silaturahmi Pengurus PKS Kampar, Bangun Komunikasi Konstruktif

Peristiwa

Ada Anak Putus Sekolah? Laporkan

Peristiwa

Suparman Tantang Iwan Pansa Duel di Hadapan Lembaga Adat