Viral Cucu Tendang dan Tempeleng Kakek, Begini Cerita Sebenarnya

Harijal - Jumat, 22 November 2019 04:34 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/11/ebb8d1112019_untitled6.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(foto: iNews/Eddie Prayitno)
Polisi Memborgol Yusminardi, Cucu yang Aniaya Kakek di Kendal, Jawa Tengah

KENDAL – Jagat maya dibuat gempar dengan beredarnya video pendek penganiayaan orang tua yang dilakukan seorang pemuda. Belakangan diketahui, pelaku penganiayaan merupakan Youtuber, Iyus Sinting.

Dalam rekaman video pendek tersebut, pelaku tega menganiaya kakeknya. Pelaku beberapa kaki menendang korban yang sudah dalam posisi tersungkur dan hanya dapat bertahan. Bahkan dalam satu tayangan, tampak pelaku menempeleng wajah korban.

Video yang viral dan menuai kecaman warganet ini terjadi di Dukuh Deles, Desa Kedungboto, Kecamatan Limbangan, Kendal, Jawa Tengah. Kejadian pada Minggu 17 November 2019, namun videonya baru beredar luas pada Rabu 20 November 2019.

Polisi yang mendapat informasi pun menangkap pelaku karena dinilai telah menimbulkan keresahan. Dia diamankan ke Polsek Limbangan untuk diminta keterangan, pada Kamis (21/11/2019).

Identitas pelaku penganiayaan yakni Yusminardi (22) yang memilik akun Youtube Iyus Sinting. Kepada petugas dia mengaku tidak tahu jika kejadian itu direkam hingga akhirnya viral.

Pengakuannya, semua bermulai karena rasa emosi hingga memicu kemarahannya yang tak terkendali. “Saya juga tidak tahu kenapa bisa sampai seperti itu. Saya hanya lagi emosi,” ujar Yusminardi seperti dikutip iNews.

Menurut pelaku, emosinya tersulut lantaran sewaktu mandi mendapati ada pelet atau pakan ikan dalam bak penampungan air. Bahkan, beberapa pelet sempat masuk ke mulut saat dia berkumur dan sikat gigi.

“Awalnya lagi bersihin tempat ikan. Saya sudah pindahkan ikannya ke tempat lain. Tapi ikan itu dimasukkan kakek saya ke dalam bak mandi dan diberi makan. Di situlah saya merasa emosi,” katanya.

Yusminardi mengaku khilaf dan menyesali perbuatannya. Dia juga pasrah jika harus mendapat ganjaran atas perbuatannya.

Sementara Wasidi, kakek pelaku sekaligus korban penganiayaan dalam kejadian tersebut tak sekalipun marah. Dia beberapa kali memohon polisi agar jangan membawa dan memborgol cucu yang menganiayanya.

Wasidi bahkan memeluk dan mengecup cucu hingga meneteskan air mata ketika polisi membawanya ke Unit PPA Polres Kendal.

Kapolsek Limbangan Iptu Agus Riyanto mengatakan, kejadian penganiayaan masih dalam pendalaman. Pelaku tidak mengetahui perbuatannya direkam sepupunya yang masih kelas V SD hingga akhirnya viral.

“Mereka sudah saling maaf memaafkan. Karena masih keluarga, mereka meminta agar kasus ini tidak berlanjut,” kata Agus.

Diketahui, pelaku sejak masih kecil sudah ikut tinggal bersama korban. Dia baru pulang bekerja di Malaysia. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lanjutan, sedangkan ponsel yang digunakan untuk merekam telah diamankan sebagai barang bukti.

(okezone.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Karhutla di Tembilahan Menjalar Mendekati Pemukiman Warga

Peristiwa

Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka

Peristiwa

Menhut Tinjau Pemadaman Karhutla Kerumutan

Peristiwa

Ganggu Pembangunan Drainase, Pedagang di Jalan Teratai Diultimatum untuk Pindah

Peristiwa

Peringati HUT ke-81 RI, Bea Cukai Bengkalis Gelar Bakti Sosial dan Doa Bersama di Sungai Pakning

Peristiwa

Skandal Paspor Ganda, Ancaman Serius Perlindungan Anak dan Integritas Hukum Indonesia