Kampus UMI Diserang Ratusan Orang, Eks Kantor Mapala Dirusak

Harijal - Senin, 18 November 2019 18:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/11/a2e34f112019_untitled8.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(CNN Indonesia/Sari)
Fasilitas dibakar dan dirusak oleh ratusan orang yang menyerang Kampus UMI, Makassar

MAKASSAR - Penyerangan di dalam kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar di Jalan Urip Sumoharjo kembali terjadi hari ini, Senin (18/11). Selain melakukan pembakaran, ratusan pelaku yang mengenakan penutup wajah itu juga melakukan perusakan terhadap berbagai fasilitas kampus sekitar pukul 15.15 WITA.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, ada empat unit mobil pemadam kebakaran yang kini disiagakan. Ratusan aparat kepolisian juga berjaga baik di dalam maupun di pintu gerbang kampus.

Tidak ada korban luka. Aksi penyerangan membuat mahasiswa panik dan merasa terancam.

Kapolrestabes Makassar Kombes Polisi Yudhiawan Wibisono mengatakan pelaku terdiri dari ratusan orang. Mereka mengenakan penutup wajah dan helm.

"Kejadian sekitar pukul 15.15 wita tadi. Ada sekitar 100 orang lebih. Mereka membagi diri ke dua titik yakni pembakaran di eks sekretariat Mapala dan perusakan di ruang perkuliahan Fakultas Hukum," kata Yudhiawan di Universitas Muslim Indonesia, Makassar, Senin (18/11).

"Kita sudah kantongi identitasnya dan akan segera dilakukan penangkapan," lanjutnya.

Dia mengatakan aksi penyerangan membuat sejumlah fasilitas di eks ruang Sekretariat Mahasiswa Pecinta alam rusak. Misalnya papan panjat atau wall climbing.

Kemudian di area Fakultas Hukum, pelaku menjebol pintu besi dengan batu dan melempari kaca-kaca ruangan kelas ketika perkuliahan tengah berlangsung.

Setelah itu, kata Yudhiawan, para pelaku meninggalkan lokasi. Mereka menggunakan sepeda motor. Ada pula yang menggunakan mobil.

"Ini jelas direncanakan kalau sudah seperti itu kejadiannya. Ini kejadian luar biasa. Kita sebagai bangsa bermartabat tapi ini sudah terlihat seperti bangsa barbar, bukan orang Indonesia," ucap Yudhiawan.

Usai penyerangan, Kepolisian menempatkan penjagaan ketat di lingkungan kampus UMI. Kepolisian juga terus menyelidiki motif serta pelaku penyerangan.

Penyerangan bukan baru kali ini terjadi. Pada Selasa lalu (12/11), penyerangan di Kampus UMI juga dilakukan oleh sekelompok orang yang membuat Mahasiswa Semester V Andi Fredi Akirmas (21) meninggal dunia.

Akibatnya, 12 orang mahasiswa UMI dikeluarkan dari kampus karena diduga terlibat dalam penyerangan di kampus UMI.

Wakapolda Sulsel, Brigjen Polisi Adnas mengatakan pihaknya telah menetapkan tersangka terhadap beberapa orang. Ada tiga orang mahasiswa UMI ditetapkan sebagai tersangka masing-masing berinisial Ys, (19), Ind, (20) dan Sy, (20).

Sementara delapan orang lainnya masih dalam pengejaran.

(cnnindonesia.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025