Proyek Diberitakan, Yurnal Mencak-mencak

Harijal - Jumat, 07 Oktober 2016 21:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/10/3d49ce102016_proyek_diberitakan.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
fin/riaueditor.com
Plang proyek terbuat dari plastik baliho terkesan baru saja digantung di pohon kelapa, setelah masyarakat mempertanyakan proyek pengaman tebing Sungai Subayang desa Domo dikerjakan tanpa plang proyek.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Tak terima diberitakan, Yurnal yang belakangan diketahui merupakan tangan kanan bos CV. Haqqi Wirajaya, terdengar mencak-mencak saat menghubungi wartawan, Jumat sore (7/10/16). Awalnya, Yunal mengaku dirinya dari sebuah lembaga konstruksi yang tak diketahui. Tak sampai disitu ia juga mengaku wartawan.

“ Saya dari lembaga konstruksi (tak jelas lembaga konstruksi mana, red). Apa anda sudah melakukan uji lab atas dugaan manipulasi material proyek pengaman tebing Kampar Kiri Domo ? Kalau anda belum melakukan itu berarti anda tak profesional. Saya ini juga wartawan (tak disebutkan dari media mana, red)," ujar Yunal saat menghubungi wartawan Jumat sore,dengan nomor selular 0853 6573 22xx.

Tak sampai disitu, ia juga memprotes wartawan karena sebelum berita tersebut tidak ada surat konfirmasi tertulis yang dilayangkan ke pihaknya.

Ketika dijelaskan bahwa berita dimaksud merupakan informasi dari salah seorang warga Kampar Kiri kepada wartawan dan sudah dikonfirmasi ke PPK Dinas Cipta Karya Tata Ruang-Sumber Daya Air (CKTR-SDA) Provinsi Riau, Juweni. Kemudian soal konfirmasi tertulis biasanya hanya dilakukan LSM, lagi-lagi Yurnal tak terima.

Dari percakapan Yurnal kepada wartawan terdengar nada mengancam dan mengarah ke unsur SARA. Tak ingin melayani percakapan yang tak ada kaitan dengan dugaan manipulasi proyek, wartawan akhirnya mencoba menawarkan solusi kepada Yurnal.

“Begini saja, kalau anda tak terima dan merasa dirugikan atas berita yang dimuat, silahkan layangkan hak jawab. Atau kalau tidak, lakukan somasi atau tempuh jalur hukum melalui gugatan,” ucap wartawan kepada Yurnal karena percakapannya sudah melebar ke hal-hal lain.

Menjawab hal itu, Yurnal terkesan gamang. Namun ketika ditantang untuk menempuh langkah sebagaimana ditawarkan, dengan nada setengah ragu ia mengaku akan melakukan gugatan. Namun kapan gugatan itu ia lakukan, Yurnal tak bisa memastikan.

Sebelumnya, Yurnal juga mengirim testimoni ke fb riaueditor.com yang menyatakan berita tersebut fitnah dan tak ada hasil uji lab. Yurnal mengaku selaku pelaksana proyek akan membuktikan hasil fitnah itu, dan kami akan tuntut bersama tokoh masyarakat, ninik mamak dan kepala desa yang membantu dalam pengadaan batu material tersebut dan kandungan, organik, abrasi dan mutu batu akan kita buktikan nanti, tulisnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi melalui selularnya, PPK CKTR-SDA Juweni saat ditanya kapasitas Yurnal dalam proyek pengaman tebing tersebut, hingga berita ini ditulis tak kunjung mendapat jawaban.

Di lain pihak, konsultan pengawas proyek pengaman tebing Domo Kampar Kiri, Edo, saat dikonfirmasi tentang siapa Yurnal dalam proyek senilai Rp 1,7 miliar lebih tersebut, Edo mengaku bahwa Yurnal merupakan tangan kanan bos CV Haqqi Wirajaya.

“Yurnal itu tangan kanan bos bang. Dia juga wartawan, sama dengan abang. Kalau medianya dan asal lembaga konstruksi mana dia berasal, saya tak tahu. Yang jelas, kalau ada LSM atau wartawan yang konfirmasi soal proyek di lingkungan CKTR-SDA Riau, biasanya beliau yang menghandle,” ujar Edo via selularnya.

Diberitakan sebelumya, warga Kecamatan Kampar Kiri Kabupaten Kampar, memprotes Dinas Cipta Karya Tata Ruang-Sumber Daya Air (CKTR-SDA) Provinsi Riau. Pasalnya, material proyek pengaman tebing Sungai Subayang desa Domo diduga dimanipulasi.

“Sepengatahuan saya material yang digunakan untuk pengaman tebing semestinya batu gunung. Namun justru batu kapur yang lebih dominan mereka pasang. Batu kapur yang mereka ambil dari desa Gema itu mudah hancur,” ungkap Doni Piliang (36), warga Kecamatan Kampar Kiri, Senin (3/10) lalu. (rec)

Berita Terkait

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Kelompok Tani SKB Pangean Merasa Dibohongi PT. RAPP, Tuntut Penyelesaian Lahan

Peristiwa

Komisioner KI Kecam Kadisdik Riau, Abaikan Sengketa Informasi, Minta Diberi Sanksi Keras

Peristiwa

Prosedur Pemindahan Warga Binaan, Kalapas Bagansiapiapi Kedepankan Asas Pembinaan

Peristiwa

Musrenbang RKPD 2027 Pemprov Riau, Hendry Munief Beri Catatan Penting

Peristiwa

Bupati Inhil Bangun Pasar Induk Yos Sudarso yang Megah, Pedagang Pasar Subuh Pindah ke Lokasi Baru