Miris, Ada Penumpang Batik Air Merokok di Toilet Saat Terbang

Harijal - Senin, 20 Mei 2019 10:16 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2019/05/ba4c3f052019_untitled4.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: agussas.wordpress.com

PADANG - Manajemen Batik Air melaporkan telah mengambil tindakan terhadap salah seorang penumpang berinisial ES (43 tahun) pada penerbangan Batik Air dengan nomor penerbangan ID-7109 dari Bandar Udara Internasional Jakarta Halim Perdanakusuma (HLP) menuju Bandar Udara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, Sumatera Barat (PDG), Minggu (19/5/2019).

Penumpang yang duduk di kursi nomor 24D diketahui melakukan tindakan yang mengganggu kenyamanan perjalanan dan melanggar aturan penerbangan sipil, yaitu merokok di toilet (lavatory) bagian belakang saat posisi pesawat mengudara (in-flight).

Menanggapi hal itu, kepala awak kabin (senior flight attendant/ SFA) bekerja sama dengan pilot dengan melakukan tindakan secara tepat berdasarkan peraturan perusahaan dan penerbangan sipil. Hal itu ironis lantaran kru pesawat sudah menyampaikan larangan untuk tidak merokok di dalam penerbangan kepada tamu tersebut. 

"Sesuai SOP, pilot menginformasikan kepada petugas layanan darat (ground handling) dan petugas keamanan (aviation security/ avsec) agar segera dilakukan penanganan," ujar Corporate Communications Strategic of Batik Air Danag Mandala Prihantoro dalam rilis yang diterima CNBC Indonesia, Minggu (19/5/2019) malam.

Pesawat itu pun mendarat pukul 17.13 WIB. Menurut Danang, koordinasi yang baik antara awak pesawat, ground handling dan avsec, sehingga proses penanganan ES berikut barang bukti berjalan secara tepat. Batik Air telah menyerahkan ES kepada avsec Polsek Bandar Udara Minangkabau beserta Otoritas Bandar Udara Wilayah VI untuk pemeriksaan dan proses lebih lanjut.

Lebih lanjut, Danang mengatakan Batik Air mempertegas seluruh operasional pesawat adalah bebas asap rokok termasuk rokok elektronik (electric). Setiap penerbangan, awak kabin mengumumkan kepada seluruh tamu bahwa merokok di pesawat adalah tindakan yang dilarang. 

Batik Air, lanjut Danang, mengimbau kepada seluruh tamu untuk memahami serta mematuhi aturan "tidak merokok" di dalam kabin atau di toilet/ kamar kecil (lavatory). 

Menurut peraturan keselamatan penerbangan sipil (CASR) 25.854, setiap pesawat udara yang berkapasitas 20 orang atau lebih, wajib memasang pendeteksi asap (smoke detector system) di setiap lavatory dan harus dilengkapi fire extinguisher pada setiap disposal. Pesawat juga harus dilengkapi placard atau passenger sign information at least one pleacard.

Ketentuan yang mengatur keselamatan serta keamanan penerbangan bersumber dari Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 dan Program Keamanan Penerbangan Nasional pada Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia 80 Tahun 2017. Kedua peraturan ini selanjutnya diberlakukan dalam kebijakan maskapai, termasuk Batik Air.

Mengenai larangan merokok di pesawat sesuai peraturan Federal Aviation Administration (FAA) sejak 1989 dan diberlakukan secara internasional mulai 1998. Untuk menjamin keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan, semua benda yang mengeluarkan api dan asap sifatnya berbahaya. 

(cnbcindonesia.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar

Peristiwa

HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota

Peristiwa

Pelaku Industri Didorong Bantu UMKM dan Kembangkan Industri Halal

Peristiwa

Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat

Peristiwa

Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI, Manifestasi Kukuhkan NKRI

Peristiwa

Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku