KAMPAR, kabarmelayu.com - Bupati Kampar H Azis Zainal bertekad segera menyelesaikan konflik lahan perkebunan yang sudah berlangsung belasan tahun antara warga Desa Koto Aman Kecamatan Tapung Hilir dengan PT Sekarang Bumi Alam Lestari (PT SBAL).
Hal itu disampaikan Azis didampingi Wakil Bupati Kampar, Catur Sugeng Susanto, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kampar, sejumlah kepala dinas, Camat Tapung Hilir dan Kepala Desa Koto Aman saat menerima 10 orang perwakilan massa di ruang rapat Bupati Kampar, Selasa (26/6/2018).
Disampaikan bupati, ada dua opsi penyelesaian masalah, pertama melalui jalur dialogis yakni penyelesaian masalah dilakukan melalui sistem musyawarah dan mufakat atau opsi kedua, menempuh jalur hukum.
Bupati menyarankan agar warga menyelesaikan konflik melalui opsi pertama dan hal itu disetujui para perwakilan massa
"Kita segera bentuk Tim Terpadu yang baru guna menyelesaikan hal ini usai suksesi pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau, " ujar Azis
Tim Terbaru baru yang akan dibentuk dan di SK kan oleh Bupati Kampar pada tanggal 11 Juli 2018 perwakilan warga Desa Koto Aman.
Sementara, koordinator aksi Dapson agar Tim Terpadu yang dibentuk nantinya serius menjalankan tugas dan hendaknya dapat betul-betul menyelesaikan masalah.
Hal senada juga disampaikan oleh Anto, agar tim Terpadu yang terbentuk nantinya dapat menjalankan tugas dengan baik
"Kita berharap dengan terbentuknya Tim Terbantu yang baru konflik warga dengan perusahaan terselesaikan," ujarnya.
Setelah bermusyawarah dengan perwakilan, kemudian Bupati Azis menemui massa aksi di halaman kantor Bupati Kampar.
Setelah mendengarkan penjelasan dari Bupati, massa akhirnya membubarkan diri.
Bupati berpesan agar warga dapat menggunakan hak pilih ya dalam suksesi pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau pada Rabu 27 Juni 2018. (sy/rec)