Kesaksian Siswa SMA yang Selamat dari Insiden Tenggelamnya KM Sinar Bangun

Harijal - Rabu, 20 Juni 2018 17:58 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/06/3f2971062018_0000auntitled2.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Antara/Irsan Mulyadi)
Proses pencarian korban kapal tenggelam di Danau Toba.

Jamuda Sinaga, seorang siswa SMA asal Nagori Togu Domu Nauli, Simalungun, Sumatera Utara, berhasil lolos dalam kecelakaan Kapal Motor (KM) Sinar Bangun yang tenggelam di perairan Danau Toba, pada Senin, 18 Juni 2018.

Jamuda berhasil selamat setelah berjuang melawan ombak yang cukup tinggi di Danau Toba, pada hari kejadian. Dia pun masih terlihat trauma setelah kapal yang ditumpanginya diterjang ombak dan akhirnya tenggelam ke dasar perairan Danau Toba.

Dia menceritakan awal mula menumpangi KM Sinar Bangun, kapal tersebut memang sudah kelebihan kapasitas.‎ Namun, karena telah lama menunggu di Pelabuhan Simanindo, akhirnya dia memutuskan untuk menyeberang ke Tigaras dengan menggunakan kapal nahas itu.

"Karena mungkin kapal terakhir anak buah kapal KM Sinabung memaksa bahwa masih ada tempat, sepeda motor tiga yang kami bawa, dua telah masuk satu sepeda motor tidak bisa diangkut. Akhirnya, karena dipaksa, sepeda motor lainnya berhasil masuk ke lambung kapal. Kereta (motor) kami akhirnya diangkut,” ujarnya dengan terbata-bata, berdasarkan informasi yang dihimpun MNC Media.

Jamuda sempat mengenang kembali sebelum KM Sinar Bangun ‎tenggelam ke dasar Danau Toba. Dia berangkat bersama kakak dan adiknya. Nahas, kedua saudaranya itu tidak bisa diselamatkan dan hilang ke dasar Danau Toba.

Menurutnya, setelah KM Sinar Bangun melepaskan jangkarnya, kapal mulai bergerak dari Pelabuhan Simanindo menuju Pelabuhan Tigaras dengan jarak tempuh sekira 45 menit.

"Setelah jalan, mulai ke tengah, cuaca semakin memburuk. Awan gelap dan angin mulai kencang, ombak semakin tinggi mengempas badan kapal. Tepat di pertengahan antara Simanindo dan Tigaras, kapal mulai oleng terhempas ombak," serunya.

Setelah itu, sambung Jamuda, kapal mulai ‎tidak dapat dikendalikan. Semula, nakhoda sempat mengikuti arus ombak dengan meluruskan kemudi KM Sinar Bangun. Namun sial, kapal terlalu berat alias kelebihan muatan yang berakibat masuknya air danau ke dalam geladak kapal.

"Tingginya ombak mengempas badan kapal berulang kali membuat kapal oleng dan langsung terbalik. Kalau enggak salah ingat, hitungan menit , kapal yang kami tumpangi tenggelam. Karena aku masih sempat menolong ito (kakak) dan adikku naik ke atas kapal yang terbalik," ungkapnya berkaca-kaca mengingat kejadian tragis yang menimpa keluarganya.

Jamuda sempat menolong kedua saudaranya untuk naik keatas kapal sesaat kapal sudah mulai tenggelam. Namun, ketika seluruh badan kapal mulai tenggelam, Jamuda mencoba menyelamatkan diri dengan keahliannya berenang.

Namun tak disangka, saat sedang menyelamatkan kedua saudaranya untuk tetap mengapung, kaki Jamuda ditarik oleh penumpang lain. Jamuda pun kembali tenggelam. Jamuda tetap berusaha untuk kembali mengapung.

Dengan sekuat tenaga, Jamuda menendang penumpang yang menarik kakinya dari dalam danau. Saat itu, pergulatan sempat terjadi dengan para penumpang lain. Berkat keahlian renangnya, Jamuda berhasil kembali muncul ke permukaan.‎ "Saat itu ombak masih begitu kencangnya," jelas Jamuda.

Dengan napas yang mulai tersengal-sengal, Jamuda masih berkeyakinan bisa menyelamatkan kedua adiknya. ‎Sebelum berhasil naik ke permukaan, kaki remaja ini sempat terjepit sepeda motor yang ikut tenggelam. Tapi dia bisa melepaskan kakinya dari motor itu.

"Kakiku terjepit sepeda motor, walau aku panik, akhirnya kakiku yang terjepit, bisa lepas, dan aku mencari cahaya di atas (permukaan) sekuat tenaga aku berupaya naik, dan akhirnya aku berhasil," bebernya.

"Masih kulihat ito ku dan tangan mereka ku pegang supaya bisa mengapung ku bawa ke badan kapal yang terbalik. Tapi, saat itu kaki ku tiba-tiba ditarik dari dalam jadinya aku tenggelam lagi. Waktu aku naik, ito ku sudah ga nampak lagi," ujarnya terbata-bata dengan dialek bataknya.

Jamuda kembali terdiam. Dia mengenang kembali kejadian tragis pada Senin lalu. Remaja itu pun kembali bercerita. Sesaat setelah dua saudaranya tenggelam‎, dia masih melihat banyak penumpang yang berusaha mengapung.

"Banyak juga penumpang yang masih berusaha mengapung," jelasnya.

Tak berselang lama, bantuan pun datang. Saat itu, kapal pertama yang memberikan bantuan yakni, KM Sumut I. Kapal itu berupaya mendekati korban yang masih terapung.

"Saat itu angin dan ombak sangat kencang jadi jarak kami dengan kapal ferry cukup jauh, setelah dilemparkan pelampung oleh ABK ke dalam danau, aku berupaya berenang mengejar pelampung itu. Kalau enggak salah ingat ada tiga orang kami yang berenang, berupaya meraih pelampung yang berulang kali dilempar oleh ABK," cerita dia.

"Setelah dapat ku raih pelampung yang dilempar ABK, aku ditarik, naik ke kapal feri," ‎sambungnya.

Setibanya di KM Sumut I, Jamuda mengaku tidak mengetahui kondisi penumpang lainnya. Pun demikian terhadap kondisi kedua saudaranya yang sedari awal sama-sama menumpang KM Sinar Bangun.

"Aku enggak tahu nasib mereka. Ito ku aja sampai saat ini ga tau dimana, apa mereka selamat atau tidak," tutupnya dengan nada sendu menahan air mata.

(okezone.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025