Masyarakat Dihebohkan Ada Cacing Pita Dalam Sarden Mackerel

Harijal - Sabtu, 17 Maret 2018 08:13 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/03/85cca6032018_00000masyarakatselatpanjangdihebohkansardenmackerelmengandungcacingpita.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
fb.
Masyarakat Dihebohkan Ada Cacing Pita Dalam Sarden Mackerel.

MERANTI - Warga kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti dihebohkan dengan ditemukannya cacing pita di dalam Kaleng Ikan Sarden merk Mackerel oleh tim gabungan Dinas Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Kepulauan Meranti pada Kamis (15/3/2018) guna menindaklanjuti laporan warga.

Informasi ini berawal dari postingan dalam akun facebook ‘Ibunya Indy’ pada Selasa (13/3/2018) yang mengingatkan kepada para nitizen agar tidak mengkonsumsi ikan sarden merek mackerel.

"Ini sekedar kasi info aja ke teman teman ya. sebaik nya jangan mengonsumsi sarden kaleng lagi, karena ini benar-benar terjadi ya ada cacing di sarden tersebut," dikutip dari laman akun facebook resminya.

Guna membuktikan kebenaran info tersebut, Lili, seorang Ibu rumah tangga (IRT) warga Jalan Puskesmas Desa Alahair, Kecamatan Tebingtinggi Kabupaten Kepulauan Meranti, Kamis (15/3/2018) juga menemukan hal yang sama.

Menanggapi laporan dari warga terkait temuan ini, pihak Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah (DisperindagKop UKM), Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti bersama Gematara dan JPKP Kepulauan Meranti melakukan sidak ke warung penjual Sarden.

Sebelum melakukan sidak, tim gabungan itu terlebih dahulu melakukan koordinasi agar tidak terjadi kesalahpahaman apabila saat dilakukan sidak tidak ditemukan adanya cacing pita tersebut.

Dari hasil pertemuan tim tersebut disepakati sebelum melakukan sidak, terlebih dahulu melakukan pembelian sarden di warung yang diduga menjual sarden yang mengandung cacing pita itu.

Kemudian, Sarden Kaleng dibuka jauh dari lokasi warung. Setelah dibuka ternyata benar ada cacing pita di dalam Kaleng Sardin tersebut. Cacingnya tampak hidup meliuk-liuk sehingga menyakinkan bahwa Sarden tersebut mengandung cacing pita.

Selanjutnya, tim langsung mendatangi warung yang diketahui milik Abun yang beralamat di Simpang empat, Jalan Alahair, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti.

Kehadiran tim membuat pemilik warung kaget, namun setelah diberikan penjelasan terkait temuan adanya cacing pita didalam Kaleng Sarden itu pemilik warung pun diberi peringatan untuk sementara agar tidak mengedarkan Sarden yang mengandung cacing pita.

Kehadiran tim gabungan pada Kamis (15/3/2018) sekitar pukul 17:30 WIB berhasil menemukan 45 Kaleng Sardin yang masih tersisa.

"Paling banyak kita ambil 2 pak berisikan 24 kaleng, jumlahnya 48 kaleng, baru terjual 3 kaleng, sisanya masih ada 45 kaleng," jelas pemilik toko Abun.

Selanjutnya, pihak Disperindag Kepulauan Meranti memberikan teguran kepada pemilik warung agar tidak mengedarkan Sarden Kaleng yang diduga mengandung cacing pita itu.

"Pemiliknya telah kita peringatkan untuk sementara agar tidak mengedarkan ikan Sarden kalengan ini. Pengakuan dari pemilik warung ini juga Sarden Kalengan ini didapatkan dari toko lain, bearti ada pemilik toko yang lebih besar," ujar Kasi Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri Disperindag Kepulauan Meranti Hariadi.

Dalam kesempatan itu, Hariadi juga menghimbau kepada seluruh warga di Kabupaten Kepulauan Meranti terutama di Kota Selatpanjang agar lebih waspada dan berhati-hati jika mengkonsumsi ikan Sarden Kalengan.

"Untuk sementara waktu jangan mengkonsumsi ikan Sarden merek Mackerel ini, masyarakat harus lebih hati-hati dan senantiasa waspada dalam mengkonsumsi Sarden kalengan," ingatnya.

Sementara itu, Pihak Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti diwakili Kasi Kefarmasian Alkes dan PKRT Refiadi S Farm Apt, mengungkapkan dari hasil yang didapatkan pihaknya belum bisa memastikan terkait persoalan tersebut.

"Dengan adanya barang bukti ini akan segera kita kirim ke Pekanbaru untuk dilakukan cek labor apakah benar itu cacing pita atau lainnya. Kalau sebelumnya kita belum bisa bertindak lebih jauh karena laporan warga yang pertama kemarin kita tidak punya barang bukti untuk dilakukan cek labor. Dan untuk laporan kedua ini kita punya barang bukti untuk dilakukan pengecekan," ungkap Refiadi.

Ditambahkan Refiadi, pengecekan itu membutuhkan waktu beberapa hari karena pengecekan harus dilakukan di Pekanbaru.

"Barang buktinya harus dikirim ke Pekanbaru dulu, karena pengecekan labornya disana. Kita upayakan secepat mungkin sehingga hasilnya segera diketahui," harapnnya. 

(def/selatpanjangpos.com)

Berita Terkait

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025