Layaknya BPK, LSM Ini Periksa Keuangan Sekolah, Kasek dan KUPTD Resah

Harijal - Kamis, 15 Maret 2018 16:15 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/03/c61235032018_00000auntitled8.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
zap/rec
Kepala SDN 003 Bandar Padang Kecamatan Seberida, Inhu, Agus Salim, A.MPd dan Ketua Komite Sekolah Suwerman saat memeberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (15/3).

RENGAT, kabarmelayu.com - Layaknya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), oknum LSM ini memeriksa keuangan sejumlah sekolah di Kecamatan Batangcenaku, Seberida dan Batanggansal. Akibat ulahnya proses belajar mengajar di sekolah tersebut sempat terganggu. 

Disampaikan Kepala SDN 003 Bandar Padang Kecamatan Seberida, Inhu, Agus Salim, A.MPd bersama Ketua Komite Sekolah Suwerman kepada awak media ini Kamis (15/3) mengatakan, proses belajar mengajar di sekolahnya terganggu akibat ulah oknum LSM Komisi Nasional Pengawasan Aparatur Negara (Komnas Waspan) Kabupaten Inhu pimpinan Ahmad Arifin Pasaribu.

Dikatakan Agus Salim, oknum dari Komnas Waspan Inhu ini kerap menteror Kepala Sekolah (Kasek) via seluler dengan tudingan Kasek melakukan penggelapan dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) TA 2017 sebesar Rp.12.550.000, dan melakukan Pungli sebesar Rp.38.655.000.

Komnas Waspan Inhu ini juga memanggil/mengundang Kasek untuk memberikan keterangan sesuai surat panggilan keduanya No.056/U/Komnaspan/Inhu.III/2018/Pidsus tanggal 12 Maret 2018 ditanda tangani Ahmad Arifin Pasaribu selaku pimpinan.

Ironinya, kata Kasek Agus Salim, pada 12 Agustus 2017 itu, Ahmad Arifin Pasaribu, M Yasin dan Dwi Kastanto datang menemuinya di SDN 003 Bandar Padang, alasan Komnas Waspan Inhu ini adalah bersilaturrahmi, ternyata melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan dana BOS dan dana pembuatan pagar sekolah yang diprakarsai komite sekolah pimpinan Suwerman.

Dijelaskan Agus Salim bahwa dana BOS yang digunakannya untuk menimbun halaman sekolah dengan besaran dana 150.000 untuk 1 truck tanah timbun sebanyak 30 truck Rp.4,5 juta, tapi pihak Komnas Waspan ini memaksanya untuk mengakui bahwa harga 1 truck tanah timbun itu Rp.400 ribu untuk sebanyak 30 truck Rp.12 juta lebih.

Sedangkan Suwerman merincikan bahwa, atas kesepakatan wali murid sebanyak 166 wali murid menyepakati menyumbang dana Rp.200 ribu per wali murid Rp. 33.200.000 jika terkumpul secara keseluruhan, namun karena Kades Bandar Padang yang juga alumni SDN 003 ini, lebih dulu menyumbang batu bata merah 4000 buah dan semen 20 zak.

Ditambahkan Suwerman, karena dana terkumpul sudah mencapai Rp.21.500.000 dan masih ada 34 wali murid yang belum membayar, maka pembangunan pagar sekolah dimulai yang saat ini selesai 45 meter dengan ketinggian 1,25 m, pembangunan pagar akan dilanjutkan jika dana yang belum dibayar para wali murid itu bisa terkumpul, kata Suwerman.

“Semestinya LSM Komnas Waspan Inhu itu memberikan motivasi terhadap kemajuan sekolah, dengan harapan ikut serta mencerdaskan anak bangsa ini, malah menghujat dengan tudingan yang menyesatkan," Kesal Suwerman dihadapan sejumlah tenaga pengajar yang juga ikut hadir memberikan keterangan kepada wartawan.

LSM Komnas Waspan tidak berhak melakukan pemeriksaan terhadap ASN, karena institusi untuk itu sudah cukup banyak dalam pengawasannya, seperti Inspektorat, BPK, BPKP, KPK dan yang lainnya, apalagi tata cara LSM Komnas Waspan itu selayaknya pemeriksa dengan mengundang untuk memberikan keterangan, ini LSM apaan..?, ujarnya ketus.

KUPTD Pendidikan Batangcenaku, Armis dikonfirmasi mengatakan, dia juga pernah dipanggil Lsm Komnas Waspan pimpinan Ahmad Arifin Pasaribu terkait dana BOS di SDN Desa Talang Mulia, namun Armis tidak menanggapinya, karena bukan kapasitasnya LSM Komnas Waspan terkait masalah tersebut, ada Institusi yang memeriksanya, Kata Armis.

Sumber yang layak dipercaya menjelaskan bahwa, pihak LSM Komnas Waspan pimpinan Ahmad Arifin Pasaribu ini juga pernah berurusan masalah sekolah di SD swasta PT KAT, kabarnya Kasek Suwarman berhasil mengeluarkan dana hingga jutaan rupiah.

Hingga berita ini ditulis, KUPTD Pendidikan Seberida, Erni belum berhasil dimintai keterangannya terkait masalah yang terjadi di jajaran pendidikan ini. (zap)

Berita Terkait

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025