Di Inhu, Angkutan Batubara Jadi ‘predator’ Jalan Lintas Kualacenaku

Harijal - Kamis, 01 Februari 2018 19:05 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/02/4c9c4f022018_0000aaimg20180130wa0015.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ist.

RENGAT, kabarmelayu.com - Selain sempit dan padat lalulintas, terhitung lima bulan terakhir kondisi jalan lintas Kualacenaku rusak parah sehingga setiap pengendara harus lebih waspada. 

Kuat dugaan salah satu ‘predator’ jalan penghubung dua Kabupaten tetangga tersebut akibat mobilisasi batubara dari daerah hulu Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menuju daerah hilir pelabuhan di Desa Kuala Mulia Kecamatan Kualacenaku.

Salah seorang anggota BPD Desa Sei Beringin Kecamatan Rengat, Said Sulaeman mengatakan, jalan penghubung Kabupaten Inhu dengan Kabupaten Inhil itu rusak parah setelah dilintasi angkutan batubara dari Kecamatan Batang Peranap dan Kecamatan Peranap menuju Pelabuhan di Kecamatan Kualacenaku.

Menurut Said, ratusan unit armada batubara menggunakan Truk Fuso berkapasitas 40 ton per unit sering melintas di jalan lintas Kualacenaku. 

"Beban armada batubara tidak sesuai dengan kelas jalan Kelas III C yang seyogyanya harus dilintasi armada dengan maksimal muatan sumbu terberat (MST) 8 ton," ujar Said. 

Anehnya, kata Said, tindakan atau larangan dari instansi terkait justru tidak ada. "Apakah ini bentuk pembiaran," ungkap Said, kesal.

Sebelumnya, Kasatlantas Polres Indragiri Hulu AKP W Wahyudi berpendapat mobil bertonase berat salah satu pemicu kerusakan jalan lintas di sepanjang Kualacenaku.

"Mobil angkutan bertonase berat salah satu pemicu kerusakan jalan di sepanjang Kualacenaku," ungkap Kasatlantas Polres Inhu, AKP Wahyudi, usai sidak kondisi jalan di sepanjang Kecamatan Kualacenaku Kamis (1/2). 

Kasatlantas Polres Inhu infeksi mendadak (sidak) di sepanjang jalan berkapasitas  Kelas III C, menindak lanjuti arahan Kasubdit Bin Gakkum Ditlantas Polda Riau AKBP Indra Widjayatnoko SIK tentang semakin tingginya angka Lakalantas disepanjang Jalan Kualacenaku.

Diterangkan, salah satu titik rawan Lakalantas  berada di KM 225 Desa Pulo Gelang dan, KM 231 Desa Teluk Sungkai. Dua titik tersebut tercatat jalan terparah karena bahu badan jalan di kiri dan kanan  mengalami kerusakan  mencapai 70%.

"Tonase mobil, serta abrasi sungai Indragiri  menjadi salah satu faktor penyebab rusaknya bahu jalan," terang Wahyudi. 

Salah satu antisipasi tidak terjadinya laka lantas, setiap harinya personil Polantas harus mengatur lalin di lokasi.

"Anggota Lantas selalu disiagakan untuk mengatur lalin ditambahkan dengan pemasangan spanduk agar pengendara lebih extra berhati-hati saat melintasi daerah tersebut," terang AKP Wahyudi

Dia juga berharap kerusakan jalan tersebut segera mendapat perhatian dari Instansi terkait, baik Pemkab Inhu maupun Pemprov Riau. "Sudah saatnya diperbaiki atau setidaknya perawatan dari Pemerintah," tandas Kasat. (zap)

Berita Terkait

Peristiwa

Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar

Peristiwa

HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota

Peristiwa

Pelaku Industri Didorong Bantu UMKM dan Kembangkan Industri Halal

Peristiwa

Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat

Peristiwa

Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI, Manifestasi Kukuhkan NKRI

Peristiwa

Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku