Ribuan Karyawan PTPN V dan Masyarakat Kabun Siaga Aksi Eksekusi

Harijal - Rabu, 31 Januari 2018 20:16 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2018/01/c83de6012018_0000aaribuan_karyawan_ptpn_.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ys/rec
Ribuan Karyawan PTPN V dan Masyarakat Kabun Siaga Aksi Eksekusi

KABUN, kabarmelayu.com - Ribuan karyawan PTPN V dan masyarakat Kecamatan Kabun bersiaga di kantor Kebun PTPN V Sei Batu Langkah guna mengantisipasi terjadinya eksekusi pada lahan milik PTPN V SBL dan kebun KKPA milik Koperasi Unit Desa (KUD) Bumi Asih Kecamatan Kabun. Aksi siaga ini dilakukan pasca keluarnya surat pemberitahauan eksekusi dari Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang, tertanggal Senin 29 Januari 2018,dan ditunda pada hari Rabu 31 Januari 2018 pelaksanaan eksekusi juga ditunda. Sesuai surat yang dilayangkan oleh PN Bangkinang, Nomor W4.U7/278/HK02/1/2018 opjek sengketa lahan yang akan dieksekusi 2.823,52 Hektar, terletak di desa Sei Agung Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar Provinsi Riau, jelas bertolak belakan dengan lokasi kebun PTPN V Sei Batu Langkah, ungkap Asum Kebun SBL Muhammad Yusdihadi menjawab riaueditor.com, Rabu (31/1/2018) dikantornya. Dari 2.823,52 Hektar lahan yang akan dieksekusi, 300 Hektar adalah lahan KKPA milik KUD Bumi Asih masyarakat desa Kabun, dan 2500 hektar adalah kebun milik negara.

Dengan tegas Asum mengatakan, Kebun PTPN V Sei Batu Langkah berada dalam tritorial  administrasi pemerintahan desa Kabun, Kecamatan Kabun, Kabupaten Rohul,  Provinsi Riau. Hal ini dapat kita buktikan dari administrasi kependudukan, seperti KTP dan Kartu Keluarga (KK) yang dimiliki seluruh karyawan PTPN V SBL berada dalam administrasi Pemerintahan Kabupaten Rokan Hulu. Karenanya sudah 3 hari, seribuan karyawan PTPN V berkumpul di Kebun PTPN V SBL  guna menghadang jika sewaktu-waktu aksi eksekusi akan dilaksanakan oleh PN Bangkinang. “kita akan memperjuangkan kebun PTPN V SBL sampai titik darah penghabisan, karena kita sama-sama mencari napkah di kebun Perusahaan milik negara, kita terpanggil untuk ikut memperjuangkan kebun perseoro ini”, ungkap salah seorang karyawan dari PTPN V Sei Galoh. Lanjut Asum Yusdi, dengan keluarnya perintah eksekusi dari PN Bangkinang jelas mencederai dan mencabik-cabik ribuan perasaan karyawan dan ninik mama datuk-datuk yang ada di Kecamatan Kabun. Kita berharap kepeda negara untuk ikut andil memperjuangkan dan menyelesaikan permasalahan ini, karena perkebunan kelapa sawit ini juga adalah kebun milik negara, harap Yusdi. Pantauan saat dilokasi kebun SBL, seribuan karyawan PTPN V dari berbagai kebun yang ada di Provinsi Riau, berkumpul bersiaga dengan mempersenjatai pentungan bambu dan mengenakan pita merah putih bersiaga dan siap tempur. Dalam kesempatan yang sama, 8 Datuk dan ninik mama di desa Kabun berkumpul bersama masyarakat Kabun di Kantor KKPA Bumi Asih untuk turut ikut menghadang, jika hari ini akan dilakukan eksekusi lahan.

"Kita akan perjuangkan lahan adat yang kita KKPA-kan dengan PTPN V, niat kita dari awal menyerahkan lahan adat ini adalah untuk meningkatkan tarap hidup anak kepanakan kita, ukan untuk dirampas segelintir LSM yang ditunggangi pengusaha," ujar Nasrun bergelar Datuk Jalelo.(ys)

Berita Terkait

Peristiwa

Pimpin Apel Gelar Pasukan Siaga Karhutla, Wabup Siak Dorong Perusahaan Ikut Jaga Lahan Sekitar

Peristiwa

HUT Polwan Ke-78, Police Woman Goes To School Kunjungi UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota

Peristiwa

Pelaku Industri Didorong Bantu UMKM dan Kembangkan Industri Halal

Peristiwa

Pemko Pekanbaru Tingkatkan Status Siaga Karhutla Jadi Tanggap Darurat

Peristiwa

Pokja Newsrom Jaga Desa SMSI, Manifestasi Kukuhkan NKRI

Peristiwa

Karhutla Kerumutan Pelalawan Capai 969 Hektare, Tim Gabungan Terus Berjibaku