Bupati Instruksikan BPBD Inhil Dirikan Posko Siaga Banjir di Kecamatan Batang Tuaka

Harijal - Minggu, 19 November 2017 20:45 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/11/985d9d122017_0000aabupatiinstruksikanb.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
doc. Diskominfo Inhil
Kondisi banjir di kecamatan Batang Tuaka.

BATANGTUAKA, kabarmelayu.com - Tiga Desa di Kecamatan Batang Tuaka mengalami banjir, Bupati Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), HM Wardan pun segera menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendirikan posko siaga guna mengevakuasi warga terdampak banjir.

Ketiga desa terdampak banjir tersebut adalah Desa Sungai Junjangan, Desa Sungai Raya dan Desa Tasik Raya. Kondisi terparah dialami Desa Sungai Junjangan dengan ketinggian berkisar 75 hingga 90 sentimeter atau setinggi pinggang orang dewasa.

Sejauh ini, pihak BPBD Inhil baru mendirikan 1 posko pengungsian di salah satu desa dengan dampak banjir terparah, yakni Desa Sungai Junjangan. Di posko pengungsian juga telah disiagakan tim evakuasi korban banjir sebanyak 3 tim yang masing-masing tim terdiri dari 7  personel.

Bupati Inhil, HM Wardan mengaku prihatin atas bencana banjir yang melanda sebagian kawasan Kecamatan Batang Tuaka sejak Kamis lalu. Bupati memerintahkan BPBD untuk bertindak cepat dalam menangani banjir yang terjadi di 3 Desa tersebut.

"Saya telah meminta pihak BPBD untuk mendirikan posko, agar merespons cepat upaya penanganan banjir. Saya turut prihatin akan kondisi banjir yang terjadi. Namun, ini semua adalah musibah yang kita tidak tahu kapan datangnya," pungkas bupati.

Oleh karena itu Bupati mengimbau kepada warga yang terdampak banjir agar senantiasa bersabar dalam menghadapi ujian berupa banjir ini. Dia juga mengatakan telah meminta pihak BPBD Inhil untuk terus siaga selama masa-masa banjir dan kedatangan banjir susulan yang mungkin saja terjadi dalam beberapa hari ini.

"Tetap bersabar dan tawakal. Ini cobaan. Kita tidak tahu banjir itu kapan akan terjadi. Saya juga telah mengimbau BPBD bersiaga di posko pengungsian untuk mengakomodir kebutuhan para warga terdampak banjir sampai banjir dapat benar-benar reda," tukas bupati.

Bupati juga berpesan kepada pihak BPBD untuk memaksimalkan pelayanan terhadap warga terdampak banjir dan senantiasa menjalin koordinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya dalam upaya penanggulangan bencana banjir yang terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Inhil, Yuspik, SH mengaku telah mengerahkan tim penanganan banjir di beberapa titik banjir dan mendirikan posko di masing-masing Desa terdampak banjir setelah mendapat instruksi dari Bupati Inhil beberapa hari sebelumnya.

"Setelah mendapat laporan warga setempat, kami langsung melapor dan meminta petunjuk dari pimpinan dan dengan tegas Bupati langsung instruksikan membangun pos siaga banjir untuk memberikan bantuan dan mengevakuasi pengungsi yang membutuhkan.

"Sesuai instruksi kami segera meluncurkan tim untuk membangun pos siaga dan memantau langsung kondisi yang ada dilokasi banjir," ujar Yuspik saat dikonfirmasi.

Berdasarkan hasil pantauan, diungkapkan Yuspik, banjir yang melanda 3 Desa Kecamatan Batang Tuaka memang termasuk parah, dimana jalan-jalan di sekitar desa, tepatnya Desa Junjangan tergenang banjir, begitu pula dengan kawasan permukiman warga yang sebahagiannya juga ikut terendam banjir.

"Siswa dan siswi sementara waktu terpaksa diliburkan karena jalan Desa tidak bisa dilewati. Sebagaian warga juga ada yang mengungsi ke rumah rumah keluarga karena air sudah masuk ke dalam rumah. Sedangkan, di posko pengungsian sampai saat ini belum ada warga yang mengungsi," pungkas Yuspik.

Kendati belum ada pengungsi, Yuspik mengatakan, pihak BPBD bersama TNI dan Polri tetap bersiaga di posko pengungsian sampai banjir dapat dipastikan tidak lagi melanda kawasan tersebut.

"Dari evaluasi yang kita lakukan, hujan deras disertai petir dan air pasang sungai masih akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Artinya, kami masih mewaspadai datangnya banjir. Namun, untuk hari ini, debit air, khususnya di Desa Sungai Junjangan perlahan mulai turun," papar Yuspik.

Yuspik mengatakan, pihak BPBD akan selalu siap sedia membantu evakuasi warga, jika banjir datang secara mendadak. Dia mengimbau kepada warga desa terdampak banjir untuk segera melapor ke Posko pengungsian jika banjir mulai masuk ke permukiman tempat tinggal warga.

"Disini kami standby 24 jam. Warga tidak perlu sungkan untuk melapor ke Posko yang kami dirikan. Silahkan saja datang jika membutuhkan bantuan evakuasi, kami akan senantiasa siap dan secepatnya melakukan evakuasi," tandas Yuspik.(Advertorial)

Berita Terkait

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sampaikan Sambutan Bupati Inhil Terhadap Rekomendasi DPRD Tentang LKPJ Bupati Inhil Tahun 2025