BENGKALIS, kabarmelayu.com - Puluhan nelayan di Desa Kelebuk, kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis resah. Pasalnya dalam seminggu terakhir sering terjadi pencurian jaring yang mereka pasang di laut.
"Karena kejadian itu, sekarang banyak nelayan yang tidak berani melaut. Kalau jaringnya hilang, kami tidak punya modal untuk membeli lagi," kata Ismail, salah seorang nelayan, Senin (14/08).
Senada dengan Ismail, menurut Atan Polong, perairan tempat nelayan memasang jaring dari dulu tidak pernah ada keluhan nelayan kehilangan jaring.
Atan, menambahkan seorang nelayan mengaku, Senin (14/08) malam lalu, 15 set jaringnya hilang dengan kerugian sekitar Rp10 juta.
"Sementara ini saya tidak berani melaut, menunggu suasana aman dulu. Saya memang masih memiliki 3 set jaring, tapi tidak berani memasangnya karena takut hilang juga," katanya.
Begitu pula Kaidir, hampir setiap malam berturut-turut sejak Jumat (16/4) lalu dirinya bersama empat nelayan lainnya juga kehilangan jaring dengan jumlah bervariasi.
"Saya kehilangan 15 set jaring. Menurut salah seorang teman saya, ia tidak pernah melihat sejenis perahu dari fiber mencuri," kata Kaidir diiyakan nelayan lainnya.
Dari Atan Polong, Ismail dan Kaidir diketahui, perairan tempat mereka memasang jaring sempat aman sekitar satu tahun, setelah sebelumnya terus didatangi pencuri.
Saat mencari ikan ke laut, nelayan di desa ini menebar jaring hingga sepanjang 600 meter, dan mereka tunggu untuk diangkat sekitar 5 jam kemudian.
"Meskipun kami tunggui, karena jaringnya panjang kami tidak melihat saat bagian ujung jaring dipotong. Apalagi kami melaut malam hari," ujar Atan.
Di pasaran, menurut para nelayan ini, satu set jaring bekas bisa dijual seharga Rp500 ribu hingga Rp1 juta.
Agar bisa melaut dengan aman, nelayan berharap Polisi Air dan Dinas Perikanan agar sering melakukan patroli di kawasan tersebut, harap mereka.(der)