Cerita Tahanan Kabur Pekanbaru, Sempat Mandi dan Makan Malam Bersama Orangtua

Harijal - Sabtu, 06 Mei 2017 11:20 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/05/1c8703052017_0000napirutansialngbungk.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
(Foto: Antara)
Napi yang berhasil ditangkap setelah kabur dari Rutan Sialang Bungkuk.

PEKANBARU - Seorang tahanan dari Rumah Tahanan Klas IIB Sialang Bungkuk, Pekanbaru berinisial SHW diserahkan ke Polsek Perhentian Raja, Kabupaten Kampar oleh anggota keluarganya.

"Tahanan tersebut diserahkan langsung oleh ayahnya ke kami tadi malam," kata Kepala Polres Kampar, AKBP Edy Sumardi di Pekanbaru, Sabtu (6/5/2017).

SHW alias Hadi (22) merupakan satu dari lebih 200 tahanan Rutan Sialang Bungkuk yang melarikan diri pascabentrok dengan petugas Rutan, Jumat (5/5). Edy menuturkan, pascakabur dari Rutan, Hadi yang merupakan terpidana kasus pencurian dengan pemberatan selama tiga tahun itu berusaha kembali ke rumah orangtuanya di Kabupaten Kampar.

Dia berjalan kaki belasan kilometer dan mencari beberapa kali tumpangan sebelum akhirnya tiba di rumah orangtuanya pada Jumat malam. "Dari pemeriksaan dia sempat mandi, terus salat dan makan malam di rumah orangtuanya. Lalu orangtuanya membujuk agar dia mau dikembalikan lagi ke rutan melalui anggota polisi," urai Edy.

Kepada petugas, Hadi mengakui hanya ikut-ikutan kabur setelah ratusan rekannya terlibat bentrok dengan petugas dan melarikan diri sebelum Salat Jumat. Hadi tidak menjelaskan bagaimana bentrok tersebut bisa terjadi.

Namun, informasi yang dirangkum dari kepolisian, bentrok dan kaburnya tahanan itu disebabkan kapasitas Rutan yang dipaksa diisi lebih 1.800 tahanan dari kapasitas awal hanya 561. Selain itu, masalah ketersediaan air, makanan, serta adanya pungutan liar dan petugas Rutan yang arogan menjadi pemicu kejadian tersebut.

"Tadi sudah negosiasi, katanya mereka diperlakukan tidak manusiawi. Harapan saya supaya diakomodasi tuntutan mereka yang masuk akal. (Kemudian) kalau pindah blok jangan ada kutipan (pungutan liar)," kata Kapolda Riau, Irjen Pol Zulkarnain saat mengunjungi Rutan, Jumat malam.

Ia menegaskan, polisi siap membantu menyelesaikan permasalahan ini. Dia meminta keterbukaan informasi dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Riau, yang hingga kini masih minim informasi ke awak media.

Hingga pagi ini, informasi yang dirangkum sebanyak 195 tahanan telah berhasil ditangkap kembali. Mayoritas mereka ditangkap di Pekanbaru, namun beberapa di antaranya turut ditemukan di Pelalawan, Siak, Kampar hingga perbatasan Sumbar.

(qlh/okezone)

Berita Terkait

Peristiwa

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Upacara Hardiknas 2026

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu