Gara-Gara Tak Gajian, Guru Bantu Diusir Dari Kontrakan

Harijal - Kamis, 04 Mei 2017 20:03 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/05/b7ed41052017_0000honorer.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
ilustrasi

PKL.KERINCI, kabarmelayu.com - Malang benar nasib salah seorang guru bantu berinisial (K) dari provinsi Riau yang ada di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan. Pasalnya sudah mau memasuki bulan kelima gaji yang ditunggu tunggu tak kunjung keluar hingga tak mampu membayar uang sewa kontrakan dan diminta untuk segera pindah.

"Ya mau bayar pakai apa lagi pak, uang gaji yang saya tunggu sebesar Rp 2 juta tak kunjung keluar. Andai pun diterima itu pun gak bersih masih dipotong dari BPJS dan lain sebagainya. Sewa rumah perbulan 400 ribu, beban listrik setiap bulannya antara 200 hingga 300 ribu ditambah pengeluaran lainnya. Paling untuk makan tinggal 600 ribu yang ntah sampai kemana," papar pria yang sudah mengabdi sebagai guru bidang studi Penjas selama 13 tahun di salah satu Sekolah Dasar di Pangkalan Kerinci. 

Dikatakan pria yang tak mau disebutkan identitasnya ini, untuk sementara ini dirinya akan tinggal sementara di rumah teman berikut barang-barang yang sudah dititipkan ke rumah teman. Ditanyakan istri dan anaknya, K mengaku istri dan balitanya yang masih berusia 9 bulan sudah diantar ke rumah mertua. 

"Ya bagaimana lagi, sudah nasibnya seperti ini. Istri sayakan ibu rumah tangga. Dari gaji saya yang hanya Rp 2 juta itu dipas-paskanlah untuk menyambung hidup. Orang yang punya kontrakan juga mendesak dan lagi dalam keadaan sulit yang menggantung hidup juga dari rumah sewa. Biasanya saya telat 2 atau 3 bulan, ini kan masalahnya sudah 4 bulan ya kita terima konsekuensinya," paparnya. 

Guru K berharap agar Pemprov Riau dan Pemkab Pelalawan tidak lagi membeda-bedakan antara guru honor dengan PNS. "Kita kan kerjanya sebenarnya sama. Jadi jangan dibeda-bedakan lagi. Kita yang guru honor atau bantu ini hendaknya diperhatikan sama. Kita juga punya tujuan yang sama mencerdaskan anak bangsa. Ini kita sudah hidup susah ditambah susah. Dulu ada 4 bulan kita terima bantuan seperti dana sosial tapi sudah tidak ada lagi infonya ada temuan. Sekarang berharap dari gajipun tidak dapat diandalkan malah udah masuk bulan ke 5 tak kunjung gajian, ucapnya. 

Terkait kondisi salah satu guru bantu ini Wakil Ketua Komisi I DPRD Pelalawan, H Abdullah SPd  menyampaikan rasa prihatinnya dan bersama teman-teman rekan di Komisi I berusaha mencari solusi. 

"Ya, kita mau hearing Senin nanti dengan dinas Pendidikan Kabupaten Pelalawan tentang sejumlah hal termasuk terkait dengan belum keluarnya gaji guru honor baik SMA sederajat yang wewenangnya sudah di Propinsi dan guru bantu Propinsi SD,SMP dan SMA sederajat.Kita komisi 1 akan kawal," paparnya. (zul/rec)

Berita Terkait

Peristiwa

UPT SMP Negeri 1 Bangkinang Kota Gelar Upacara Hardiknas 2026

Peristiwa

Sambut HPN dan HUT PWI ke-80, PWI Riau Undang Wartawan dan Warga Ikut Donor Darah

Peristiwa

Plt Gubri Targetkan 85 Persen Pekerja Riau Terlindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

Peristiwa

Aksi Hardiknas: Ultimatum Mahasiswa Demo Lebih Besar Akan Digelar Senin

Peristiwa

Cerita Malaysia Rekrut Guru RI buat Bikin Warganya Jadi Pintar

Peristiwa

Polsek Kandis Ungkap Kasus Narkotika, Amankan Kurir dengan Barang Bukti 28,71 Gram Sabu