Mark Up Jumlah Siswa, 70 Sekolah di Makassar Terancam Dibekukan

Harijal - Jumat, 28 April 2017 20:23 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/04/c8d7af042017_0000ilustrasisekolah.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Foto: Ilustrasi Okezone

MAKASSAR - Sebanyak 70 sekolah SMA di Kota Makassar terancam dibekukan pasca ditemukannya sejumlah ketidaksesuaian antara standar aturan dan pelaksanaannya di sekolah. Salah satunya praktik mark up jumlah siswa yang dilakukan oleh sejumlah sekolah swasta.

Hal tersebut terungkap saat pelaksanaan Pekan Integritas Sekolah yang dicanangkan Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Senin 17 April 2017.

"Hasil pelaksanaan Pekan Integritas Sekolah ada 70 sekolah dari 261 sekolah di Makassar yang akan kita periksa ulang," kata Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo yang ditemui di Makassar, Jumat (28/4/2017).

Pemeriksaan ulang, kata dia, akan dilakukan terkait berbagai standar sekolah seperti standar administrasi, dan standar administrasi proses belajar mengajar di kelas.

"Sekolah-sekolah ini kita duga berjalan tanpa memenuhi standar yang ditetapkan, misalnya standar jumlah siswa dalam satu sekolah," ucapnya.

Irman mencontohkan terdapat standar aturan di mana jumlah siswa dalam satu sekolah SMA minimal 60 orang dengan asumsi masing-masing kelas 10, 11, dan 12 terdiri atas 20 siswa.

Pemeriksaan ulang, kata Irman, dilakukan dalam rangka pembinaan sekolah, namun apabila dalam jangka waktu tertentu sekolah tidak mampu memenuhi standar tersebut pihaknya akan membekukan sekolah tersebut.

"Sekolah akan kita bekukan dengan terlebih dahulu menggabungkan siswa sekolah tersebut ke sekolah lain," jelas Irman.

Pihaknya, kini juga tengah menunggu hasil evaluasi sekolah dari Kabupaten Maros, Gowa, dan Takalar yang kini laporannya mulai masuk.

Sebelumnya, Disdik Sulsel meluncurkan Pekan Integritas Sekolah, untuk menjadi momentum memperbaiki integritas sekolah dan membangun komitmen para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Kegiatan tersebut dihadiri pihak Disdik, Unit Pelaksana Teknis (UPT), Pengawas, Kepala Sekolah, Guru, dan petugas teknis.

Pada Pekan Integritas ini, menurut Irman, pihak sekolah diberi kesempatan untuk memperbaiki basis Data Pokok Pendidikan (Dapodik) agar sesuai dengan realitas di lapangan.

"Kami beri kesempatan sekolah untuk memperbaiki sesuai standar yang ada, dan akan kita lakukan pembinaan secara maksimal," ucapnya.

Data yang dimasukkan oleh pihak sekolah akan diverifikasi di lapangan oleh pihak pengawas sekolah.

"Mari kita perbaiki kesinambungan data dan fakta dalam Pekan Integritas ini," imbau Irman.

(sus/okezone)

Berita Terkait

Peristiwa

Menhut Soroti Penegakan Hukum Kasus Karhutla di Riau, Jikalahari: Belum Ada Korporasi Tersangka

Peristiwa

Menhut Tinjau Pemadaman Karhutla Kerumutan

Peristiwa

Ganggu Pembangunan Drainase, Pedagang di Jalan Teratai Diultimatum untuk Pindah

Peristiwa

Peringati HUT ke-81 RI, Bea Cukai Bengkalis Gelar Bakti Sosial dan Doa Bersama di Sungai Pakning

Peristiwa

Skandal Paspor Ganda, Ancaman Serius Perlindungan Anak dan Integritas Hukum Indonesia

Peristiwa

Mulai Hari Ini Akses Masuk Tol Pekanbaru Dialihkan ke Pintu Bypass