Bacok Petugas, Residivis Narkoba di Rohil Tewas di Dor

Harijal - Jumat, 17 Maret 2017 13:56 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2017/03/cc37a7032017_00000_bacokpetugasresidi.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
gam/rec
Barang bukti yang diamankan.

PEKANBARU, kabarmelayu.com - Seorang residivis tersangka kasus narkoba berinisial ZE (33), warga Kepulauan Bantaian Kecamatan Batu Hampar Kabupaten Rokan Hilir, ditembak tim Opsnal Polsek Batu Hampar, Resort Rohil, Kamis (16/03/2017) sore, sekitar pukul 15.30 Wib.

Ia ditembak karena berusaha melawan dengan cara membacok petugas yang akan menangkapnya. Tersangka sempat dibawa ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Guntur Aryo Tejo Sik MM, saat dikonfirmasi Riaueditor.com, Jumat (17/3/2017) membenarkan kejadian itu. 

Dia mengungkapkan, tersangka merupakan residivis kambuhan dan yang sudah bolak balik keluar masuk penjara karena terlibat kasus yang sama.

Kejadiannya berawal pada Kamis (16/03/2017) sore, sekitar pukul 15.00 Wib, saat Kapolsek Batu Hampar Ipda S Sijabat mendapat informasi dari keluarga tersangka bahwa ZE yang merupakan DPO dalam kasus narkoba sedang berada di seputar wilayah Kepulauan Bantaian.

"Dia (tersangka) diketahui keberadaannya di kediaman OT yang merupakan abang ipar tersangka ZE," kata Guntur melalui telepon selulenya. 

Menindak lanjuti informasi itu, Kapolsek bersama tim Opsnal Polsek Batu Hampar langsung melakukan penggerebekan dan penangkapan terhadap pelaku.

Pada saat penggeledahan ZE berusaha melakukan perlawanan ke petugas, ia mengunci dirinya dan tidak mau keluar kamar. "Petugas kita sudah membujuknya agar tersangka mau menyerahkan diri dan tentu akan diperlakukan sesuai hak haknya sebagai seorang tersangka," ujar Guntur. 

Namun demikian ternyata ajukan pesuasif ini tidak di gubris oleh tersangka. Sementara, dikamar tersangka ZE ini sudah membekali dirinya dengan sebilah parang. 

"Soal sebilah parang ini diketahui oleh petugas karena memang sudah diberi tahu oleh informan sehingga petugas lebih waspada dan menjaga jarak atas bahaya ini," bebernya.

Bujukan agar menyerahkan diri tak diindahi, petugas akhirnya memutuskan untuk mendobrak pintu kamar sambil bersiaga dengan kemungkinan terburuk perlawanan dari tersangka. 

"Pada saat pintu di dobrak, tersangka langsung menyerang petugas dengan sebilah parang terhunus," sambung Guntur. 

Melihat bahaya yang mengancam dan hanya berjarak sekira satu meter sehingga tak lagi dapat dielakkan, maka petugas tak punya pilihan lain hingga akhirnya menghadiahkan timah panas mengakibatkan ZE roboh.

"Sesuai prosedur Undang-Undang, petugas kemudian membawa korban ke Puskesmas Batu Hampar, namun nyawa ZE tak dapat tertolong," kata Guntur.

Dengan didampingi oleh pejabat dari Polres Rokan Hilir yakni Kasat Intelkam, Kasat Narkoba, KBO Narkoba Polres Rohil kemudian jenazah korban diserahkan pada pihak keluarga. 

"Hal ini dimaksudkan untuk menghindari ekses negatif dari penyebar issue bahwa korban sengaja dibunuh aparat," tutup Guntur. (gam/rec)

Berita Terkait

Peristiwa

Pemkab Bengkalis Usul Pembangunan RSUD Bukit Batu dan Pengembangan Layanan Jantung-Kanker ke Kemenkes

Peristiwa

Pria di Pekanbaru Diancam dan Diperas, 5 Pelaku Ditangkap

Peristiwa

Tim Alpha Lakukan Fastrope ke Titik Api di Riau, Buka Jalan Tim Free Fall

Peristiwa

PWI dan GAPKI Gelar Workshop di Yogyakarta, Komitmen Bersama Kawal Industri Sawit Nasional

Peristiwa

Ratusan Anggota Koperasi Produsen Tani Aman Makmur Didampingi Pengacara dan LSM Penjara Rohul Tuntut PT. SRL Tinggalkan Lahan 2.050 Hektare

Peristiwa

Dinkes Bersama KONI Pekanbaru dan PMI Riau Bagikan 2000 Masker ke Pengguna Jalan