Selain Miras, FPI Pelalawan Temukan 2 Remaja Putri Diduga Korban Human Trafficking

Harijal - Rabu, 17 Agustus 2016 15:21 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2016/08/c14e09082016_000selainmirasfpipelalawantemukan2remajaputrididugakorbanhumantrafficking.jpg): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
zul/rec

PKL.KERINCI, kabarmelayu.com - Belasan anggota DPW Front Pembela Islam (FPI) Pelalawan menyambangi warung remang-remang usai mengikuti apel upacara HUT RI ke-71 di Pangkalan Kerinci, Rabu (17/8/2016).

Hasilnya cukup mengejutkan. Tak hanya menemukan botol minuman keras yang bebas terpajang, juga menemukan dua wanita yang masih di bawah umur yang diduga menjadi korban human trafficking (perdagangan manusia,red).

"Setelah upacara bendera, sahabat FPI menyambangi rumah remang-remang di sepanjang Jalan Lintas Timur. Atas izin Allah juga sahabat FPI telah menyelamatkan masa depan 2 orang anak perempuan asal kota Palembang Es (17) dan Tr (16)," kata Ketua Tanfidzi DPW FPI Pelalawan Ir H Syaugi Shahab melalui pengurus Endri Wahyudi.

Dua remaja puteri ini sebutnya, diduga telah ditipu oleh mucikari W dan A. "Besok akan segera dipulangkan ke Palembang oleh induk semangnya HO. Bahkan Pak Rozi (pengurus FPI) juga telah berhasil komunikasi langsung dengan orang tua Elisa by Phone," paparnya sambil menyebutkan kedua wanita itu diperkerjakan di warung remang-remang sebagai pelayan tamu.

Selain itu sambungnya, FPI juga menemukan pemilik rumah remang-remang inisial HR yang sengaja menyediakan lokasi tersebut dengan alasan untuk menjaga kebun sawitnya.

Dari lokasi tersebut, FPI menemukan pedagang miras di Jalan Lintas Timur inisial Am. Dari Pak Am juga FPI mendapat keterangan adanya pedagang besar yang masih menjual miras di daerah ini sehingga tetap marak.

"Mudah-mudahan atas keikhlasan sahabat FPI membrantas Pekat, maka masa depan anak-anak bangsa bisa terselamatkan," paparnya.

Selain itu, FPI juga berencana melaporkan mucikari ke polisi agar dijerat dengan pasal penipuan dan human trafficking.(zul/rec)

Berita Terkait

Peristiwa

Pertama di Riau, Bupati Herman Resmikan Layar Digi Tembilahan

Peristiwa

Pemkab Solok Sambangi TRC 112 Pekanbaru

Peristiwa

Unik, Nenek Gajah 60 Tahun di Ukui Ini Pilih Hidup Soliter

Peristiwa

Bupati Afni: Keterbatasan Fiskal Tidak Mengurangi Komitmen Pemkab Siak Membangun Daerah

Peristiwa

PSPS Ungkap Strategi Jelang Musim 2026-2027

Peristiwa

Restorative Justice, Kejari Rohul Bebaskan Tersangka Pencurian dan Pengancaman