kabarmelayu.com,PATI - Setidaknya sebanyak 228 siswa dari Madrasah Tsanawiah Negeri (MTsN) 3 Pati dan SMPN 1 Gembong di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diduga keracunan Makan Bergizi Gratis (
MBG). Kasus itu disebut terparah yang pernah terjadi di Pati.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pati, Luki Pratugas Narimo, mengungkapkan, kasus keracunan MBG sudah pernah terjadi di wilayahnya sebelumnya.
"Tapi mungkin ini (dugaan keracunan MBG di MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong) yang paling besar secara jumlah yang bergejala," ucapnya ketika diwawancara, Rabu (9/9/2026).
Namun Luki mengaku belum bisa menyampaikan berapa tepatnya jumlah kasus dugaan keracunan MBG yang pernah terjadi di wilayahnya sebelum kasus serupa di MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong. "Kami harus cek data dulu," kata dia.
Kendati demokian, Luki menerangkan, ketika terjadi kasus keracunan MBG, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) sebagai pihak pemasok biasanya akan ditindak Badan Gizi Nasional (BGN). Umumnya, tindakan yang diambil adalah penutupan sementara SPPG terkait.
Menurut Luki, dari kasus dugaan keracunan MBG yang pernah terjadi di wilayahnya sebelumnya, SPPG tetap bisa kembali beroperasi. "Setelah melalui proses pembinaan dan sebagainya, ini sudah jalan lagi," ujarnya.
Luki mengungkapkan, para siswa MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong diduga keracunan menu MBG yang disajikan pada Selasa (8/9/2026). MBG di kedua sekolah tersebut dipasok oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 1 Gembong. Adapun menunya terdiri dari nasi bakar dan telur ceplok.
"Anak-anak mulai bergejala tadi malam. Kemudian gejala tersebut terus berlanjut sampai hari ini di sekolah, banyak yang mondar-mandir ke toilet," ungkap Luki ketika diwawancara, Rabu (9/9/2026).
Dia menambahkan, merespons hal tersebut, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan puskesmas untuk penanganan medis. Menurut Luki, para siswa mengalami beberapa gejala. "Kebanyakan muntah, diare, pusing, mual, dan ada juga yang sesak napas," ucapnya.
Luki mengungkapkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendataan terhadap para siswa yang diduga keracunan MBG. "Sementara ini yang bergejala ada 228," kata dia.
Dia menambahkan, di antara 228 siswa di MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong yang diduga keracunan MBG, sebagian di antaranya harus menjalani perawatan di Puskesmas Gembong, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo, dan RS Mitra Bangsa.
Luki belum dapat menyampaikan berapa jumlah siswa yang harus mendapatkan perawatan medis. Hal itu karena situasi di lapangan masih dinamis. "Ini masih kami data terus karena masih berkembang," ujarnya.
Namun dia mengonfirmasi bahwa jumlah siswa yang sudah dirawat di rumah sakit mencapai puluhan. "Ya puluhan," kata Luki.
Luki mengungkapkan, selain penanganan para siswa terdampak, Dinkes Pati sudah mengambil sampel menu MBG yang disalurkan SPPG ke MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong. "Kami juga mengambil sampel muntahan dan feses. Insya Allah sore ini kami kirim ke labkesda provinsi di Semarang," ucapnya.
Menurut Luki, operasional SPPG 1 Gembong selaku pemasok MBG ke MTsN 3 Pati dan SMPN 1 Gembong telah dihentikan sementara. Penindakan lanjutan terhadap SPPG tersebut menjadi wewenang BGN.
Republika