Data Sementara Gempa NTT: 14 Meninggal, Ribuan Mengungsi

Redaksi - Sabtu, 15 Agustus 2026 14:53 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/08/_2571_Data-Sementara-Gempa-NTT--14-Meninggal--Ribuan-Mengungsi.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Anggota Tim SAR gabungan mengevakuasi korban terdampak gempa bumi NTT.(Foto: Basarnas)
kabarmelayu.com,JAKARTA - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8) pukul 04.58.24 WIB mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan bangunan di sejumlah wilayah.

Data terkini BNPB, hingga pukul 12.30 WIB tercatat 14 orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 11 orang luka ringan. Data tersebut masih dalam proses pendataan, verifikasi, dan validasi di lapangan.

Korban meninggal dunia sementara tercatat di Kabupaten Sikka sebanyak tiga orang, Kabupaten Manggarai enam orang, dan Kabupaten Manggarai Timur lima orang.

Sementara korban luka dilaporkan di Kabupaten Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Dikutip dari keterangan resmi BNPB, data korban masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring proses verifikasi dan validasi oleh BPBD bersama unsur terkait. Perkembangan data akan disampaikan berdasarkan hasil pendataan resmi di lapangan.

Selain korban jiwa, sekitar lima kepala keluarga terdampak dan sekitar 2.000 warga mengungsi atau melakukan evakuasi mandiri.

Sebagian besar warga mengungsi setelah merasakan guncangan kuat dan mendapat peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan setelah gempa utama.

Dari aspek kerusakan, sementara tercatat 54 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan 11 rumah rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada lima fasilitas kesehatan, satu fasilitas pendidikan, satu gudang Bulog, tiga fasilitas ibadah, serta enam kantor pemerintahan.

Kabupaten Manggarai menjadi salah satu wilayah dengan dampak kerusakan cukup signifikan. Tercatat 29 rumah rusak berat, sembilan rumah rusak sedang, dan sembilan rumah rusak ringan.

Selain itu, lima fasilitas kesehatan dan satu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. Sementara di Kabupaten Manggarai Timur tercatat 23 rumah rusak berat.

Di Kabupaten Nagekeo, dampak sementara meliputi dua rumah rusak berat, satu rumah rusak sedang, dan dua rumah rusak ringan.

Selain itu, dua fasilitas ibadah mengalami kerusakan ringan dan lima kantor pemerintahan terdampak. Kondisi terkini di wilayah tersebut, arus lalu lintas dilaporkan mengalami kemacetan dan listrik masih padam.

Di wilayah lainnya, Kabupaten Sikka melaporkan tiga korban meninggal dunia dan dua korban luka ringan. Di Kabupaten Manggarai terdapat enam korban meninggal dunia, satu luka berat, dan dua luka ringan.

Sedangkan Kabupaten Manggarai Timur melaporkan lima korban meninggal dunia, satu luka berat, dan lima luka ringan.

Gempa utama sempat memicu peringatan dini tsunami. BPBD bersama unsur terkait segera mengarahkan masyarakat di wilayah pesisir untuk melakukan evakuasi menuju tempat yang lebih tinggi dan aman.

Pascagempa utama juga tercatat sedikitnya empat gempa susulan dengan magnitudo antara M 5,5 hingga M 6,2. Seluruh gempa susulan tersebut tidak berpotensi tsunami.

Liputan6

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Gempa NTT, TNI Kerahkan Personel, Hercules, dan KRI Bantu Warga Terdampak

Peristiwa

Abrasi di Desa Sungai Nyiur Inhil, Sejumlah Bangunan Rusak Berat

Peristiwa

Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang

Peristiwa

Longsor di Pasar Lama Enok, 4 Bangunan Terjun ke Sungai

Peristiwa

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami Pagi Ini

Peristiwa

Pekanbaru Status Siaga Darurat Bencana Karhutla