Abrasi di Desa Sungai Nyiur Inhil, Sejumlah Bangunan Rusak Berat

Riki - Rabu, 15 Juli 2026 08:00 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/07/_9989_Abrasi-di-Desa-Sungai-Nyiur-Inhil--Sejumlah-Bangunan-Rusak-Berat.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Warga mengumpulkan barang berharga pascaabrasi yang menyebabkan sejumlah bangunan rusak berat.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Abrasi laut menerjang Desa Sungai Nyiur, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Selasa (14/7/26). Peristiwa yang terjadi saat air laut surut itu menyebabkan lima rumah warga, rumah tahfiz, dermaga apung, jalan jerambah beton, hingga fasilitas umum rusak berat.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, R Arliansyah, mengatakan laporan kejadian diterima dari Kepala Desa Sungai Nyiur sekitar pukul 10.00 WIB. Mendapat informasi tersebut, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.

"Tim segera menuju lokasi untuk melakukan identifikasi, evakuasi, membantu pembongkaran rumah yang terdampak, serta mendata warga yang menjadi korban abrasi," kata Arliansyah.

Berdasarkan laporan diterima, abrasi terjadi sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu kondisi air sedang surut. Sehingga memicu pergerakan tanah di kawasan pesisir. Retakan tanah terus meluas hingga mencapai kawasan permukiman warga.

Akibat pergerakan tanah tersebut, sejumlah bangunan dan fasilitas umum ambruk. Kerusakan meliputi lima unit rumah warga, satu unit rumah tahfiz, satu unit dermaga apung, jalan jerambah beton sepanjang sekitar 100 meter, serta satu fasilitas umum berupa sumur bor.

Meski kerusakan tergolong parah, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Arliansyah juga memaparkan sebanyak sembilan kepala keluarga (KK) atau 17 jiwa terdampak akibat bencana tersebut. Seluruh warga yang rumahnya mengalami kerusakan sementara mengungsi ke rumah keluarga terdekat.

"Tim kita masih di lokasi, melakukan pendataan dan evakuasi. Tim BPBD juga berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pemerintah desa untuk penanganan lebih lanjut," ungkap Arliansyah lagi.

Saat ini lanjutnya, kebutuhan mendesak bagi para korban antara lain peralatan dapur, bahan kebutuhan pokok (sembako), perlengkapan tidur, perlengkapan mandi, serta Al-Quran untuk menggantikan perlengkapan yang rusak di rumah tahfiz.

BPBD Inhil terus memantau perkembangan kondisi di lokasi abrasi dan mengimbau masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pergerakan tanah, terutama saat terjadi perubahan kondisi pasang surut air.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang

Peristiwa

Longsor di Pasar Lama Enok, 4 Bangunan Terjun ke Sungai

Peristiwa

Pekanbaru Status Siaga Darurat Bencana Karhutla

Peristiwa

Wujud Solidaritas Kebangsaan, TNI Bersama UAH Care Bangun Harapan Pasca Bencana Aceh

Peristiwa

Data Sementara 9 Meninggal, 81 Hilang, 12 Drone Dikerahkan Cari Korban Longsor Bandung Barat

Peristiwa

Pencarian Korban Bencana Sumut dan Sumbar Dihentikan, Aceh Berlanjut