Bocah Perempuan di Pelalawan Tewas Diterkam Harimau, Leher Luka Parah

Redaksi - Jumat, 10 Juli 2026 14:18 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/07/_2610_Bocah-Perempuan-di-Pelalawan-Tewas-Diterkam-Harimau--Leher-Luka-Parah.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Penampakan harimau di sekitar TN Zamrud beberapa waktu lalu.(Foto: Dok)
kabarmelayu.com,PELALAWAN - Peristiwa tragis terjadi di Desa Sungai Ara Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan. Seorang anak perempuan berusia 12 tahun tewas dengan kondisi luka mengenaskan di kawasan hutan tanaman industri (HTI) salah satu perusahaan di wilayah tersebut, Selasa (7/7/2026). Dia diduga diterkam Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae).

Korban ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp pekerja HTI yang berlokasi kejadian berada tidak jauh dari kawasan konservasi yang menjadi habitat Harimau Sumatera.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono, dalam siaran persnya menjelaskan, setelah mendapat laporan tersebut, tim langsung turun ke lokasi untuk melakukan observasi, pengumpulan data serta olah TKP.

Diketahui, lokasi kejadian berada di dalam kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan-Hutan Tanaman Industri (PBPH-HTI) PT Madukoro Lestari Tasik Estate yang berjarak sekitar 5,3 kilometer dari Taman Nasional Zamrud atau sekitar 5,7 kilometer dari kawasan Restorasi Ekosistem Riau (RER).

Peristiwa bermula sekitar pukul 04.30 WIB. Korban, Jerlin Zalukhu (12), anak ketiga dari lima bersaudara yang tinggal bersama kedua orang tuanya di camp pekerja, saat itu tengah menemani kakaknya mencuci peralatan makan di kamar mandi camp.

Ketika sang kakak berada di dalam kamar mandi, korban menunggu di luar. Saat itu, pagar pelindung di bagian belakang camp diketahui dalam kondisi rusak dan terbuka.

Beberapa saat kemudian, korban menghilang sebelum akhirnya ditemukan sekitar 10 meter di belakang camp dengan luka parah pada bagian leher kiri dan kanan.

Setibanya di lokasi. Tim BBKSDA Riau kemudian melakukan penyisiran dan menemukan beberala jejak kaki yang diduga kuat merupakan jejak Harimau Sumatera.

Setelah diidentifikasi, jejal tersebut berukuran lebar 15 Cm dan panjang 16 Cm. Jarak langkah terjauh antara kaki depan dan belakang sekitar 120 sentimeter.

Hingga Selasa sore, BBKSDA Riau masih menerima laporan kemunculan Harimau Sumatera di sekitar area camp. Untuk memastikan dan memantau keberadaan satwa dilindungi tersebut, tim memasang camera trap di sekitar lokasi.

Tim gabungan memperkuat upaya mitigasi dengan melakukan patroli malam serta pemantauan udara menggunakan drone thermal guna mendeteksi pergerakan satwa.

Seluruh pekerja dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan diimbau agar meningkatkan kewaspadaan, tidak beraktivitas sendirian terutama pada malam dan dini hari, serta segera melapor apabila kembali menemukan tanda-tanda keberadaan Harimau Sumatera.

Editor
: Andi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Dua Hari Dirawat, Nelayan Rohil yang Diterkam Buaya Meninggal Dunia

Peristiwa

Buaya Muncul di Pos Polairud dan Pelabuhan Tembilahan

Peristiwa

Unik, Nenek Gajah 60 Tahun di Ukui Ini Pilih Hidup Soliter

Peristiwa

Selamatkan Istri dari Serangan Predator, Suami Terjun ke Sungai Tusuk Mata Buaya

Peristiwa

Bulan Vaksinasi Rabies, Dinas PKH Riau Siapkan Vaksin Gratis

Peristiwa

Mencuci di Sungai, Perempuan Suku Akit Tewas Diserang Buaya