Buaya Muncul di Pos Polairud dan Pelabuhan Tembilahan

Riki - Jumat, 10 Juli 2026 06:37 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/07/_9073_Buaya-Muncul-di-Pos-Polairud-dan-Pelabuhan-Tembilahan.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Seekor buaya berukuran jumbo yang ditangkap di Reteh beberapa waktu lalu. Kemunculan buaya di Inhil bukanlah hal yang baru. Warga diimbau waspada.(Foto: Ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - Seekor buaya diperkirakan berukuran tiga meter lebih muncul di sekitaran Pos Polisi Perairan dan Udara (Polairud) Parit 19 Tembilahan Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Predator air tersebut juga sempat terlihat di tepian aliran sungai sekitaran pelabuhan parit 21.

Aipda Anton Sujarwo, personil Polairud menyaksikan kemunculan reptil ganas tersebut. Menurutnya buaya terlihat beberapa kali di kawasan yang sama.

"Sudah berapa kali saya lihat. Kalau ini kemarin pagi saya lihat sekitar. Diperkirakan panjangnya tiga sampai empat meterlah," kata Aipda Anton, Kamis (9/7/26).

Mencegah terjadi hal tak diinginkan, ia pun meminta kepada anggotanya untuk menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Inhil untuk melakukan penanganan.

"Inikan (buaya) hewan dilindungi. Makanya kita hubungi dinas terkait untuk penanganannya," ungkap Aipda Anton lagi.

Usai berkoordinasi, delapan petugas DPKP tueun ke lokasi. Bersama sejumlah petugas dari Polairud mereka langsung melakukan penyisiran. Namun, si raja sungai tersebut tak terlihat lagi.

Petugas juga sempat mengitari areal pelabuhan parit 21 Tembilahan. Saat jtu petugas DPKP sempat menerima laporan ada penampakan seekor buaya di daerah itu. Namun, penyisiran lebih kurang dua jam tersebut tetap tak membuahkan hasil.

"Saat ini kami secara lisan telah mengimbau kepada warga khususnya beraktifitas di perairan atau bermukim di sepanjang aliran sungai agar waspada kemunculan buaya. Kami juga akan membuat spanduk imbauan yang sama untuk mengingatkan kepada warga," papar Aipda Anton.

Kepala DPKP Inhil Junaidy melalui Kabid Pemadaman, Penyelamatan, Sarana dan Prasarana, Hendra Supianto membenarkan penampakan buaya tersebut. Petugas DPKP akan terus memantau kemunculan sangvbuaya.

"Betul, setelah menerima laporan dari Polairud, kami langsung menurunkan delapan petugas ke lokasi," ujarnya.

Kemunculan buaya di Inhil bukanlah hal baru. Kondisi geografis Kabupaten Inhil yang didominasi kawasan rawa dan aliran sungai menjadikan wilayah tersebut sebagai habitat alami buaya.

Hendra mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati ketika beraktifitas di sungai. Ia juga meminta jika ada penampakan buaya lagi, agar cepat menghubungi petugas DPKP.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Dua Hari Dirawat, Nelayan Rohil yang Diterkam Buaya Meninggal Dunia

Peristiwa

Bocah Perempuan di Pelalawan Tewas Diterkam Harimau, Leher Luka Parah

Peristiwa

Unik, Nenek Gajah 60 Tahun di Ukui Ini Pilih Hidup Soliter

Peristiwa

Selamatkan Istri dari Serangan Predator, Suami Terjun ke Sungai Tusuk Mata Buaya

Peristiwa

Bulan Vaksinasi Rabies, Dinas PKH Riau Siapkan Vaksin Gratis

Peristiwa

Mencuci di Sungai, Perempuan Suku Akit Tewas Diserang Buaya