Tak Rela Dagangannya Diamankan Satpol PP Rohil, Jumida Pilih Bagikan 3 Ton Semangka ke Warga

Redaksi - Selasa, 07 Juli 2026 19:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/07/_9748_Tak-Rela-Dagangannya-Diamankan-Satpol-PP-Rohil--Jumida-Pilih-Bagikan-3-Ton-Semangka-ke-Warga.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Jumida sambil tersenyum membagikan buah dagangannya kepada warga yang melintas.(Foto: Istimewa)
kabarmelayu.com,ROHIL - Teriakan Jumida (43), pedagang buah di Kota Bagansiapiapi Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), sontak menarik perhatian warga yang melintas saat Satpol PP datang untuk menertibkan lapak dagangannya yang berlokasi di depan Kantor Bank Syariah Indonesia (BSI) Bagansiapiapi, Selasa (7/7/2026).

"Saya ini masyarakat Rokan Hilir, pak, anak saya lima orang lahir di sini. Tapi kenapa diperlakukan tidak adil seperti ini. Saya sudah diberi izin sama pihak BSI untuk memakai area kantor mereka berdagang," ungkap Jumida.

Jumida mengatakan bahwa dagangannya tidak memakan badan jalan. Bahkan ironisnya, Satpol PP datang melakukan penertiban tanpa ada peringatan sebelumnya.

"Padahal bapak lihat sendiri, di sana (arah taman kota) dan sekitar sini juga banyak pedagang seperti saya. Tapi kenapa hanya saya saja yang diginikan," teriak Jumida (43) meluapkan emosinya di hadapan Satpol PP.

Sambil menahan tangis, Jumida masih terlihat tersenyum saat membagikan lebih kurang 3 ton buah semangka segar kepada warga yang melintas di depan lokasi ia berjualan.

Hal itu ia lakukan sebagai bentuk protes atas sikap Satpol PP yang dinilai tidak adil dan terkesan pilih kasih.

"Daripada buah buah ini diangkut Satpol PP, yang ada nanti pasti rusak. Saya lebih ikhlas jika masyarakat yang menikmatinya dengan kondisi tetap segar. Biar nanti Tuhan yang balas semuanya. Semoga buah buah ini bermanfaat bagi masyarakat yang menerimanya. Lebih baik seperti ini kak, dibandingkan mereka (Satpol PP) bawa," terangnya kepada awak media.

Tak hanya semangka, buah buah lain yang ia jual pun turut dibagikan kepada warga, seperti salak, manggis, Sunkis hingga buahan segar lainnya.

Jumida mengaku lebih baik merugi hampir 35 jutaan rupiah daripada merugi hanya karena Satpol PP yang menerapkan aturan yang menurutnya tidak pas.

"Sekarang di mana letak salah saya. Saya tidak pernah memakan badan jalan. Atas izin pihak bank, karena saya salah satu nasabah mereka, makanya saya diberikan akses untuk menggunakan area sekitar kantornya untuk berjualan," tuturnya lagi.

Meski begitu, Satpol PP tetap ngotot untuk membawa dagangannya. Diakui Jumida, mulai 2016 lalu dia berjualan buah, baru kali ini diperlakukan seperti ini.

Bupati sebelumnya tak pernah menyakiti kami para pedagang, tidak seperti kepemimpinan Bupati saat ini," tukasnya.

Kepada Bupati Rohil, Bistamam, ia meminta jangan lagi ada pedagang yang menjadi korban seperti dirinya.

"Kami hanya mencari makan di rumah kami sendiri. Tapi kami di gusur seperti ini. Kami sudah sepakat untuk pindah, tapi kemana. Tak ada tempat yang layak. Di sinipun kami tak mengganggu ketertiban sekitar. Kami ikuti aturan," tambahnya lagi.

Bahkan uang kebersihan dan sampah pun Jumida sudah membayar setiap bulan dan tak pernah berserakan.

"Lima anak saya bersekolah, dari dagangan inilah kami mencukupi semuanya," paparnya.

Lokasi Jumida berjualan tidak bersentuhan langsung dengan badan jalan, karena dipisah oleh selokan. Bahkan saat penertiban itu, pihak bank keluar untuk memberikan penjelasan kepada Satpol PP.

Pihak satpol PP sendiri seolah tak mau mendengar penjelasan pihak bank, bahwa lokasi yang digunakan oleh Jumida merupakan wilayah mereka dan mereka juga sudah memberi izin.(Yan)

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Lawan Narkoba, Polresta Pekanbaru Kembali Gempur Pangeran Hidayat, Pria Terciduk Bawa Sabu

Peristiwa

Operasi Patuh LK 2026 Segera Digelar, Ini Fokus Penindakan

Peristiwa

Penertiban Truk ODOL di Pekanbaru Berlanjut

Peristiwa

Sabu Langka, Dua Remaja di Panger Jual Tawas kepada Pecandu Sakau

Peristiwa

Ditresnarkoba Polda Riau Razia Kampung Rawan Narkoba di Pekanbaru

Peristiwa

Razia THM di Pekanbaru, Polisi Temukan Ekstasi Tak Bertuan