Longsor di Pasar Lama Enok, 4 Bangunan Terjun ke Sungai

Redaksi - Rabu, 17 Juni 2026 20:50 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/06/_769_Longsor-di-Pasar-Lama-Enok--4-Bangunan-Terjun-ke-Sungai.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Bangunan yang tampak terjun ke sungai akibat longsor.(Foto: ist)
kabarmelayu.com,PEKANBARU - longsor terjadi di kawasan Pasar Lama Kecamatan Enok Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Kejadian disebabkan abrasi yang parah di daerah tersebut, tepatnya di Jalan Melati RT 001/RW 002, Kelurahan Enok, Kecamatan Enok, Rabu (17/6/26) pukul 11.45 WIB.

Akibatnya, empat rumah warga terdampak yang dilaporkan mengalami kerusakan ringan. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kerugian diperkirakan mencapai Rp100 juta.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indragiri Hilir, R Arliansyah, menjelaskan abrasi terjadi akibat terkikisnya tanah oleh hantaman gelombang sungai yang terus-menerus. Hal ini diperparah dengan kondisi kontur tanah yang labil.

"Longsoran tanah di tepi sungai, tak ada korban jiwa. Empat rumah terdampak tapi cuma rusak ringan," kata Arliansyah.

Empat kepala keluarga yang rumahnya terdampak masing-masing adalah Suhaimi dengan tiga jiwa, Abdurrahim dua jiwa, Ahmad Safriansyah empat jiwa termasuk seorang bayi berusia sembilan bulan, serta Baharuddin dengan dua jiwa.

"Untuk fasilitas umum tak ada yang terdampak," ungkap Arliansyah lagi.

Lebih lanjut dipaparkan, potensi abrasi susulan masih perlu diwaspadai mengingat lokasi kejadian berada di kawasan tepian sungai yang berdekatan dengan pelabuhan penyeberangan.

"Kondisi tanah di lokasi masih labil sehingga pengikisan susulan masih dimungkinkan terjadi, terutama apabila gelombang sungai kembali menghantam bibir daratan. Karena itu masyarakat di sekitar lokasi diminta meningkatkan kewaspadaan," jelasnya.

Pasca kejadian, BPBD Inhil bersama pihak kecamatan dan perangkat kelurahan setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan kaji cepat, pendataan serta identifikasi dampak bencana.

Sebagai langkah penanganan, BPBD merekomendasikan pengamanan area longsor guna menghindari risiko bagi warga. BPBD Inhil juga sudah berkoordinasi dengan pihak berwenang di Kecamatan Enok. Petugas di lapangan lanjut Arliansyah terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Update Gempa NTT: 47 Meninggal, Lebih dari 5.000 Orang Mengungsi

Peristiwa

Gempa NTT, TNI Kerahkan Personel, Hercules, dan KRI Bantu Warga Terdampak

Peristiwa

Data Sementara Gempa NTT: 14 Meninggal, Ribuan Mengungsi

Peristiwa

Abrasi di Desa Sungai Nyiur Inhil, Sejumlah Bangunan Rusak Berat

Peristiwa

Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang

Peristiwa

Pekanbaru Status Siaga Darurat Bencana Karhutla