kabarmelayu.comPEKANBARU - Aksi makian dan dugaan intimidasi yang dilakukan Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Pekanbaru, Iwan Pansa terhadap mantan Bupati Rokan Hulu,
Suparman, terus berlanjut.
Suparman secara terbuka menantang Iwan untuk menyelesaikan persoalan secara jantan, termasuk duel satu lawan satu.
Pernyataan itu disampaikan Suparman di hadapan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Senin (4/5/2026), yang juga dihadiri tokoh adat seperti Datuk Taufik Tambusai serta masyarakat dan perwakilan organisasi.
"Suparman tidak takut sama Iwan Pansa. Sampaikan, kalau ini di luar kepentingan marwah, adu saya satu-satu. Atau tentukan hari, kita satu lawan satu disaksikan lembaga adat," tegasnya.
Tak hanya itu, Suparman memastikan persoalan ini telah dibawa ke jalur hukum. Ia telah melaporkan kasus itu ke Polda Riau sebagai bentuk komitmen menjaga marwah serta ketertiban di tengah masyarakat.
"Saya minta puak Melayu tetap tertib, jangan gegabah dan jangan anarkis. Laporan sudah kami sampaikan ke Polda Riau," ujarnya.
Proses hukum, kata Suparman harus dikawal dengan cara yang beradab.
"Orang Melayu itu santun, Kita tunggu proses hukum," katanya.
Suparman menepis anggapan bahwa pihaknya dari Rokan Hulu tidak bergerak karena takut. Ia menegaskan, sikap menahan diri dilakukan semata-mata untuk menjaga adab dan marwah daerah.
"Kalau kami belum mengerahkan orang, bukan berarti kami penakut. Kami menghargai adab dan akhlak serta menjaga marwah," tutupnya.