Biaya Perawatan Korban Ambruk Lantai Dua Tangsi Belanda Ditanggung Pemkab

Redaksi - Minggu, 01 Februari 2026 20:27 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/02/_9078_Biaya-Perawatan-Korban-Ambruk-Lantai-Dua-Tangsi-Belanda-Ditanggung-Pemkab.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Korban cedera ambruknya Tangsi belanda di Mempura Kabupaten Siak saat menjalani perawatan.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comSIAK - Bangunan cagar budaya Tangsi Belanda di Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, ambruk pada Sabtu (31/1/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Sebanyak 16 pelajar yang tengah mengikuti kegiatan studi tour mengalami cedera..

Korban merupakan rombongan siswa SD IT Baitul Ridho Lubuk Dalam yang saat kejadian berada di lantai dua bangunan Tangsi Belanda. Runtuhnya lantai dua tangsi Belanda itu terjadi mendadak saat kegiatan penjelasan berlangsung. Para peserta pun terjatuh dan tertimpa material bangunan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, dari total 16 korban terdampak, 10 orang dirujuk ke RSUD Tengku Rafi'an Siak untuk mendapatkan perawatan medis, 6 orang lainnya menjalani observasi dan dipulangkan.

Dari jumlah tersebut, 15 korban merupakan anak-anak dan 1 orang dewasa yang merupakan guru pendamping.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak, Syafrizal, membenarkan kejadian tersebut. Dia mengatakan, seluruh korban merupakan pelajar MTs yang sedang berkunjung ke lokasi wisata.

"Ada sembilan orang pelajar yang menjadi korban dan saat ini dirawat di RSUD Tengku Rafi'an Siak. Dari jumlah itu, tiga orang mengalami cidera cukup berat," ujar Syafrizal.

Syafrizal menjelaskan, runtuhnya lantai dua Gedung Tangsi Belanda diduga kuat disebabkan oleh kondisi bangunan yang telah dimakan usia. Meski dari luar terlihat masih kokoh, namun struktur kayu di bagian dalam ternyata sudah rapuh.

"Bangunan itu terbuat dari kayu. Kayunya sudah dimakan rayap. Dari luar memang tampak kuat, tetapi di dalam sudah bopong. Itu terlihat dari serpihan kayu yang patah saat kejadian," jelasnya.

"Kami berharap pihak kementrian dan instansi terkait segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap destinasi wisata yang ada, agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama," katanya.

Terkait biaya perawatan para korban, Syafrizal memastikan bahwa seluruhnya akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Siak.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah daerah terhadap musibah yang menimpa para pelajar.

"Untuk biaya perawatan korban, semuanya ditanggung oleh Pemkab Siak," tegasnya.

Gedung Tangsi Belanda sendiri merupakan bangunan bersejarah peninggalan masa kolonial yang selama ini menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Siak.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Susuri Pesisir Siak, Afni Bawa Seragam Gratis dan Pesan tentang Masa Depan

Peristiwa

Empat Putra Daerah Siak Dilantik Jadi Kadis di Depan Istana

Peristiwa

Bupati Afni Minta Pemerintah Kampung Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal

Peristiwa

Kondisi Sulit, Bupati Siak: ASN Harus Survive Hadapi Tekanan Fiskal

Peristiwa

Idul Fitri 1447 H, Bupati Siak Berkeliling Besuk Pasien Bawa Ketupat

Peristiwa

Pemkab Siak Berlakukan Sistem Blokir Anggaran Non-Prioritas dan WFA Mulai April 2026