WA Terakhir Pekerja Kafe di Pekanbaru Sebelum Ditemukan Meninggal, Jangan Judi Ya!

Redaksi - Selasa, 20 Januari 2026 20:08 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2026/01/_7852_WA-Terakhir-Pekerja-Kafe-di-Pekanbaru-Sebelum-Ditemukan-Meninggal--Jangan-Judi-Ya-.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Pesan terakhir yang dikirimkan HS sebelum meninggal.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Pesan terakhir yang diduga ditulis SH, seorang pekerja kafe di Kota Pekanbaru, viral media sosial usai karyawan itu ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Thamrin, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Sail, Ahad (18/1/2026) pagi.

SH menyampaikan permohonan maaf kepada orang-orang terdekatnya. Ia juga mengungkapkan tekanan ekonomi yang tengah dihadapi, termasuk pengakuan telah mengambil uang kasir tempatnya bekerja sebesar Rp3 juta serta menyebut sepeda motornya telah digadaikan dengan nilai lebih dari Rp8 juta.

Pesan tersebut turut berisi penyesalan atas kebiasaan yang disebut-sebut memperburuk kondisi keuangannya, sekaligus menjadi peringatan bagi orang lain agar tidak terjerumus ke dalam praktik judi online.

Peristiwa penemuan jenazah SH pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada pihak kepolisian.

Informasi tersebut dibenarkan Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat melakukan panggilan video dengan salah satu saksi yang juga merupakan pemilik tempatnya bekerja. Namun, dalam komunikasi tersebut, korban tidak memberikan respons meski telah dipanggil berulang kali.

"Sekitar pukul 08.00 WIB, seorang saksi bernama Abi yang hendak berangkat bekerja melihat korban sudah tergeletak di sekitar lokasi," ujar AKP Anggi, Senin (19/1/2026).

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP). Sekitar satu jam kemudian, Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Pekanbaru bersama piket SPKT tiba dan melakukan pemeriksaan awal.

Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban serta menemukan sebuah catatan yang diduga berkaitan dengan pesan yang kini beredar luas di media sosial. Namun, berdasarkan pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi keterlibatan pihak lain.

"Dari hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan unsur tindak pidana," tegas AKP Anggi.

Pihak keluarga korban diketahui telah membuat surat pernyataan resmi menolak dilakukan visum et repertum dan memilih mengurus proses pemakaman secara mandiri dengan bantuan warga sekitar.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, SH diketahui tengah mengalami tekanan ekonomi dalam beberapa waktu terakhir. Polisi juga menerima informasi awal terkait dugaan kebiasaan korban bermain judi online, meski hal tersebut masih dalam tahap pendalaman.

"Kami masih melengkapi keterangan saksi-saksi untuk keperluan laporan," jelas AKP Anggi.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Gagal Salip Truk Tangki, Pemotor di Soekarno Hatta Tewas Terlindas

Peristiwa

Delapan Pendulang Emas Tewas di Korowai Yahukimo, Koops TNI Habema Siapkan Evakuasi dan Kejar Pelaku

Peristiwa

Tenggelam di Sungai Kuantan, Pemuda Ditemukan Meninggal Dunia

Peristiwa

Bocah di Siak Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Peristiwa

Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Jalan Lintas Sumatera, 16 Korban Tewas Terbakar

Peristiwa

Lawan Arus, Pria Tewas Tabrak Truk di Jalan Soekarno Hatta