Viral Video Warga Korban Banjir di Sibolga Jarah Gudang Bulog, Kepala BNPB: Bukan 'Menjarah'

Redaksi - Senin, 01 Desember 2025 01:11 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/12/_1062_Viral-Video-Warga-Korban-Banjir-di-Sibolga-Jarah-Gudang-Bulog--Kepala-BNPB--Bukan---039-Menjarah--039-.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Tangkapan layar video yang dinarasikan sebagai penjarahan di gudang Bulog Sibolga.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comJAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengakui adanya aksi masyarakat korban bencana banjir di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut) yang disebut menjarah gudang Bulog demi mendapatkan beras untuk makan, Sabtu (29/11/2025).

Ketua BNPB Letnan Jenderal (Letjen) Suharyanto mengatakan, situasi itu terjadi karena masyarakat sempat tak memiliki stok bahan pangan di situasi kebencanaan yang melanda wilayah tersebut.

"Saya sampaikan memang sempat ya, sempat kemarin masyarakat di Sibolga dan Tapanuli Tengah sempat untuk mengambil gudang Bulog, beras," kata Suharyanto melalui konfrensi pers harian penanganan bencana banjir bandang dan longsor Sumatera, yang disiarkan live melalui kanal resmi BNPB, pada Ahad (30/11/2025).

Suharyanto tak memakai kata 'penjarahan' dalam penjelasannya itu. Tetapi, dia menerangkan aksi masyarakat itu diketahui oleh otoritas setempat, pun Kapolda, sampai Pangdam, demikian dikutip dari republika.co.id.

Karena itu, otoritas kepolisian, dan militer, termasuk para aparat pemerintahan daerah setempat memfasilitasi reaksi masyarakat itu dengan pengedropan bahan-bahan makanan yang berasal dari gudang Bulog.

"Forkopimda, Kapolda, Pangdam datang ke sana, mengatur. Jadi beras di gudang Bulog itu diberikan kepada masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah," ujar Suharyanto.

Dia menegaskan, tak ada reaksi masyarakat yang berlebihan dalam kejadian itu. Karena kata dia, aksi tersebut didominasi para perempuan. "Tidak ada unsur kekerasan dan paksaan. Itu rata-rata ibu-ibu. Dan terakhir sudah kondusif," ujar dia.

Menurut Suharyanto, pengedropan bahan makanan, dan sembilan bahan pokok untuk masyarakat terdampak bencana banjir di Kota Sibolga, pun sudah teratasi. Bahkan kata dia, pada Senin (1/12/2025) diperkirakan bakal tiba bahan bantuan dan logistik seberat ratusan ton yang akan disebarkan untuk penanganan bencana banjir dan tanah longsor di Sumut, termasuk di Sibolga.

"Saya sudah berkoordinasi dengan Kepala Bulog, besok (1/12/2025) sore, karena besok pagi sudah berangkat kapal Angkatan Laut, beserta logistik lainnya, satu kapal isinya 100 ton logistik, beras, ada (mi instan), ada toilet portable, ada penjernih air, ada mobil dapur umum, besok sudah masuk," ujar dia.

Suharyanto mengatakan, karena logistik dan bahan makanan sudah akan masuk ke wilayah-wilayah bencana di Sumut, harapan bersama agar situasi masyarakat pun akan membaik dan pulih. "Karena logistiknya sudah masuk lewat laut, mudah-mudahan atau lambat laun nanti kegelisahan masyarakat di Sibolga, dan Tapanuli Tengah yang terisolir ini, bisa pulih dan kembali normal," ujar dia.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

Abrasi di Desa Sungai Nyiur Inhil, Sejumlah Bangunan Rusak Berat

Peristiwa

Korban Tewas Akibat Gempa Venezuela Sudah Hampir 1.000 Orang

Peristiwa

Longsor di Pasar Lama Enok, 4 Bangunan Terjun ke Sungai

Peristiwa

Polres Rohil Ungkap Kasus Video Viral Dugaan Penodongan Air Softgun

Peristiwa

Pekanbaru Status Siaga Darurat Bencana Karhutla

Peristiwa

Api Muncul di Tiga Daerah, Helikopter Dikerahkan Padamkan Karhutla di Riau