Begini Penuturan MA, Bocah SD Korban Bulying di Pekanbaru Sebelum Meninggal

Redaksi - Senin, 24 November 2025 13:49 WIB

Warning: getimagesize(): https:// wrapper is disabled in the server configuration by allow_url_fopen=0 in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Warning: getimagesize(https://cdn.kabarmelayu.com/uploads/images/2025/11/_5194_Begini-Penuturan-MA--Bocah-SD-Korban-Bulying-di-Pekanbaru-Sebelum-Meninggal.png): failed to open stream: no suitable wrapper could be found in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 170

Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/u1462727/public_html/kabarmelayu.com/amp/detail.php on line 171
Deswita, ibu korban MA yang meninggal diduga akibat bulying.(Foto: Ist)
kabarmelayu.comPEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, hari ini melakukan pertemuan dengan orang tua MA, bocah kelas VI salah satu SD di Pekanbaru yang meninggal dunia diduga akibat bulying.

Saat pertemuan dengan orang tua korban, Deswita, sang ibu menuturkan, bagaimana anaknya bercerita mendapat perlakuan kekerasan dari teman sekolahnya.

Bermula pada Kamis, 13 November 2025, MA menangis dan menyampaikan bahwa ia tidak mau lagi bersekolah. Kemudian pada Jumat siang keesokan harinya, korban pun lumpuh.

Saat itu MA bercerita bahwa kepalanya ditendang pelaku berinisial FT ketika belajar kelompok. Aksi FT ini disaksikan oleh AK, teman korban. Saat itu AK juga melaporkan peristiwa tersebut kepada wali kelas, namun tak ada renpons tanggap.

Dalam keadaan lumpuh, orang tua korban sempat membawanya ke pengobatan alternatif.Namun mereka disarankan untuk menjalani pengobatan medis.

Orang tua pun selanjutnya membawa MA ke Puskesmas. Namun karena Sabtu itu Puskesmas tutup, MA terpaksa dirawat di rumah. Selama itu, beberapa kali pula MA berkali-kali mengadu, kepalanya ditendang.

"Ahad, pukul 02.00 WIB, akhirnya anak saya meninggal dunia," tutur Deswita.

Ternyata perundungan yang diterima MA di sekolah tak hanya sekali ini. Sebelumnya, pada pertengahan Oktober 2025, korban juga sering dibuly oleh murid lain berinisial SM. Saat itu dada korban sering dipukul oleh SM, akibatnya korban menderita sakit dan harus dirawat selama seminggu di RS PMC Pekanbaru.

"Kemudian orang tua pelaku dan saya orang tua korban dipanggil dan didamaikan oleh pihak sekolah, walaupun terhadap perdamaian itu sesungguhnya saya tidak ikhlas. Orang tua pelaku tidak pernah melihat kondisi anak saya yang dirawat," jelas Deswita.

Sedihnya, sebelum meninggal, korban menyampaikan pesan kepada Ibunya untuk dimandikan dan digelarkan tikar karena nanti rumahnya akan ramai.

Tepat pada hari Ahad pukul 02.00 WIB korban pun menghembuskan nafas terakhir di saat keluarganya tertidur.

Bocah MA dikenal sebagai pribadi yang baik dan rajin sholat jamaah di Masjid dekat rumahnya, Perumahan Kasadaran Indah Blok A-10 J. Beberapa jamaah bahkan menyebut korban sebagai anak masjid, sehingga kepergian korban tidak hanya meninggalkan kesedihan, keluarganya akan tetapi kesedihan jamaah masjid dan warga lainnya.

Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru melakukan penyelidikan terkait dugaan bulying yang menimpa bocah MA, murid Kelas VI salah satu SD di Pekanbaru hingga meninggal dunia.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra mengatakan, pihaknya telah menurunkan tim dari Unit PPA untuk menangani kasus tersebut, Senin (24/11/2025).

"Hari ini kita sudah menurunkan tim Unit PPA Satreskrim Polresta Pekanbaru bersama Korseling serta menggandeng KPAI," kata Kompol Bery,

Proses penyelidikan dalam kasus ini dilakukan dengan sangat hati-hati dan sesuai prosedur perlindungan anak.

Kompol Bery memastikan penyidik akan menangani perkara ini secara profesional.

"Perkembangan penyelidikan akan kita sampaikan segera," tutur Kompol Bery.

Editor
: Redaksi

Tag:

Berita Terkait

Peristiwa

BBKSDA Riau Pasang Box Trap di Lokasi Kemunculan Beruang Madu Pelalawan

Peristiwa

Paguyuban UPT SDN 024 Tarai Bangun Gelar Pelepasan Siswa Kelas VI

Peristiwa

Musda VI Demokrat Riau Besok, Agung Nugroho Calon Tunggal

Peristiwa

Digitalisasi Pendidikan, Murid UPT SDN 011 Desa Baru Gunakan IFP untuk Pembelajaran

Peristiwa

Wabup Yuliantini Sambut Kunjungan Siswa-Siswi SDN 010 Pengalihan Kecamatan Keritang

Peristiwa

Syahrial Abdi: Membangun Riau Tak Cukup dengan Kekayaan Alam